Cara Unik Pemuda Bantarjati Kota Bogor Bangunkan Sahur Gunakan Alat Drumband
- tvOnenews - Aldi Herlanda
Jakarta, tvOnenews.com - Puluhan pemuda RT 03/10 Kelurahan Bantarjati, Kota Bogor miliki cara unik untuk membangunkan warga pada waktu sahur tiba. Mereka menggunakan alat drumband.
Kegiatan Ramadan ini sudah berlangsung 10 tahun. Mulanya mereka menggunakan alat seadanya seperti kaleng, baskom, ember dan alat-alat dapur lainnya.
Namun seiring jalannya waktu, satu per satu mereka membeli peralatan alat musim drumband hasil dari patungan setiap pemuda.
"Awalnya pakai kaleng, ember, nah pada dapat uang hasil ngumpulin, kita membeli alat-alatnya tapi itu juga ga langsung banyak, satu-satu," ucap Dika salah satu pemuda kepada tvOnenews, Minggu (1/3/2026).
Dika menjelaskan, tak hanya hasil patungan para pemuda, alat-alat tersebut juga dibelinya dari hasil kumpulan THR yang diberikan dari setiap warga menjelang hari raya Lebaran.
Dika mengaku, setiap tahunnya para pemuda ini mendapatkan uang Rp 3 juta hasil pemberian warga setempat.
"Itu bisa dapat Rp 3 juta, uang itu kita bagi-bagi untuk beli alat baru dan sisanya dibagikan ke anak-anak yang sering ikut bangunin sahur," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga bernama Lela mengaku terbantu dengan adanya kegiatan bangunin sahur yang dilakukan para pemuda tersebut.
Mereka tak khawatir untuk ketinggalan waktu sahur, lantaran suara alat drumband yang kencang, membuat siapapun terbangun.
"Adanya anak-anak yang bangunin sahur terbantu, mereka biasanya sudah muter bangunin sahur dari jam 2an," katanya.
Oleh karena itu, Lela mengaku tak segan untuk memberikan senilai uang pada saat penghujung Ramadan, sebagai ucapan terima kasih atas jasa-jasa para pemuda yang setiap hari membangunkan sahur.
"Ya kita juga sebagai ucapan terima kasih, kita juga senang ngasihnya," ungkapnya.
Hingga saat ini kegiatan para pemuda membangunkan sahur menggunakan alat musik drumband masih terus berlangsung setiap tahunnya saat memasuki bulan Ramadan.
Bahkan, kegiatan ini juga sudah menjadi kegiatan turun temurun bagi pemuda setempat. (aha/aag)
Load more