Sambil menahan tangis, ibunda Prada Lucky buka suara soal kekejaman yang dialami anaknya sebelum meninggal dunia. Anaknya sampai dipaksa melakukan ini.
Ayah Prada Lucky, Pelda Chrestian Namo dikabarkan terkena skandal akibat tinggal bersama seorang wanita tanpa ikatan pernikahan yang sah. Hal ini dikonfirmasi..
Prada Lucky Namo merupakan anggota TNI yang diduga meninggal dunia akibat dianiaya seniornya pada bulan Agustus 2025 lalu. Ini update mengenai persidangan kasus tersebut.
Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, (Dirjen PDK HAM) Kementerian HAM RI, Munafrizal Manan, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang diduga akibat kekerasan oleh sejumlah oknum di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23)Â prajurit TNI AD dari Batalyon Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, terus bergulir.
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menegur Panglima TNI dan Panglima Kodam seluruh Indonesia merespons kematian Prada Lucky Namo (23) yang diduga dianiaya seniornya sesama prajurit TNI.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta motif penyiksaan Prada Lucky Namo oleh seniornya di TNI diungkap ke publik. Menurutnya, jangan-jangan sebenarnya..
PSIM Yogyakarta tidak bisa berbuat banyak saat menghadapi Persijap Jepara pada pekan ke-25 Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3/2026).
Nasib pilu dialami siswa Kelas XII SMK IDN Boarding School di Kabupaten Bogor menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencabut izin pendirian sekolah
Babak playoff Liga Voli Korea 2025/2026 semakin dekat, Pink Spiders dan GS Caltex bersiap bertarung di fase selanjutnya. namun Daejeon Red Sparks gagal lolos?
Kronologi izin SMK IDN Boarding School Bogor dicabut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Simak alasan, polemik legalitas sekolah, dan nasib ratusan siswa terdampak.
Wali murid SMK IDN Bogor menagih kepastian nasib anak-anak mereka, pascapencabutan izin operasional sekolah oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM).