Persoalan transaksi tambang emas ilegal di beberapa daerah Indonesia, kini melonjak tajam hingga menembus Rp992 triliun. Sontak, hal ini menjadi sorotan anggota
Bareskrim Polri turun langsung ke Sumatra Barat menyikapi maraknya aktivitas tambang emas ilegal yang tak hanya merusak lingkungan, tetapi juga diduga memicu aksi kekerasan.
Polres Lombok Tengah mengamankan 24 orang terduga pelaku yang hendak melakukan aktivitas penambangan emas ilegal di Pantai Mosrak Gunung Dundang Desa Kuta, Kecamatan Pujut atau dekat Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau kembali menegaskan komitmennya memberantas aktivitas pertambangan ilegal di wilayah hukumnya
Kemenhut bersama Polri dan TNI tindak tambang ilegal di taman nasional. Raja Juli Antoni tegaskan semua aktivitas ilegal di kawasan hutan akan ditindak.
Tim gabungan dari Kementerian Kehutanan dan TNI melakukan operasiterkait praktik penambangan emas tanpa izin (PETI) di Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Kasat Reskrim Polres Solok, AKP Efrian Mustaqim Batiti di Solok, Selasa mengatakan pihaknya berhasil menggempur lokasi tambang emas ilegal di Lubuak Mantuang, Jorong Tapak Kudo, Nagari Rangakiang Luluih, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok.
Polres Solok Selatan, Sumatera Barat, menggerebek lokasi tambang emas ilegal di aliran Sungai Momo, Jorong (dusun) Tanjung Durian, Nagari (desa adat) Padang Lim
Tim Satuan Tugas Penambangan Emas Tanpa Izin (Satgas PETI) menggerebek lokasi penambangan emas tanpa izin di wilayah Bandar Udara Muaro Bungo, Dusun Sungai Bulu
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.