Inilah profil dari Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto, sosok jenderal yang berhasil menangkap Dewi Astutik buronan Interpol yang menyelundupkan 2 ton sabu.
Gembong narkoba, Dewi Astutik (42) alias Paryatin alias Mami kini menjadi perbincangan publik. Hal ini karena, ia merupakan gembong narkoba jenis sabu 2 Ton
Jejak hitam Dewi Astutik alias Mami sebagai bos gembong narkoba internasional di kawasan Golden Triangle diceritakan Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto.
Dewi merupakan warga Dusun Sumber Agung, Desa Balong, Kecamatan Balong, diketahui menggunakan nama milik adiknya. Sedangkan nama aslinya adalah Paryatin.
Dibalik sosoknya yang kini dikenal sebagai bandar narkoba, Paryatin alias Dewi Astutik, ternyata sempat menjalani hidup sebagai pengajar bahasa asing di Kamboja.
Jejak kriminal Paryatin alias Dewi Astutik terus mengemuka setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengurai perjalanan gelap perempuan yang sebelumnya bekerja di pusat scamming di Kamboja itu.
BNN RI beberkan fakta baru terkait kasus narkoba lintas negara yang melibatkan Paryatin alias Dewi Astuty alias Mami, perempuan yang ditangkap otoritas Kamboja.
Dewi Astutik, belakangan ini namanya mencuat, karena ia merupakan gembong narkoba jenis sabu 2 ton senilai Rp5 T. Dewi Astutik dibekuk BNN, di Kamboja.
Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto bocorkan peran gembong narkoba jenis sabu 2 ton senilai Rp 5 triliun, Dewi Astutik. Seperti diketahui BNN bekuk Dewi Astutik
Polda NTT secara resmi mengonfirmasi bahwa jenazah yang ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam operasi pencarian di Labuan Bajo adalah Fernando Martin Carreras (FMC).
Gol telat dari Moise Kean di menit 90+2 membuat Cremonese harus pulang dengan tangan hampa dari Fiorentina di Stadion Artemio Franchi, Minggu (4/1/2026).
Satu jenazah diduga berjenis kelamin laki-laki ditemukan terapung di bagian utara Pulau Padar, Minggu 4/1/2026 oleh kapal Patroli Cepat Polairud Polda NTT.