Beberapa waktu lalu, Pondok Pesantren di Kabupaten Indramayu yang dipimpin oleh Panji Gumilang yakni Al Zaytun sempat mendapat sorotan dari masyarakat Indonesia
Kasus dugaan penistaan agama yang menyeret nama Pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang masih terus jadi perbincangan publik, terutama ajaran nyeleneh. (5/12)
Ken Setiawan, seorang mantan pengikut Panji Gumilang kini berbicara blak-blakan soal praktik tak senonoh yang dilakukan Negara Islam Indonesia (NII). (5/12).
Sebanyak 31 orang mulai dari pimpinan atau pejabat dari Negara Islam Indonesia (NII) yang mengaku kepimpinannannya Panji Gumilang di Al Zaytun, Indramayu, Jawa
121 orang yang tergabung pada Negara Islam Indonesia (NII) anak buah Panji Gumilang melakukan pencabutan baiat dan ikrar setia NKRI pada Rabu (16/8/2023) malam.
Panji Gumilang masih ramai. Kisah Haris, Mantan Anggota NII, dinilai hubungannya bersama istri adalah berzina dan harus membayar denda sebesar Rp50 Juta
Di tengah kasus dugaan penistaan agama yang menjerat pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang, satu persatu fakta soal Al-Zaytun mulai terbongkar ke publik.
Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang kembali menjalani pemeriksaan lanjutan bersama penyidik Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penistaan agama, Kamis ...
Di tengah kasus penistaan agama yang dijalani oleh pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang, salah satu mantan anggota NII mengungkapkan modus Al-Zaytun.
Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang resmi ditahan di rutan Bareskrim selama 20 hari ke depan hingga tanggal 21 Agustus 2023, terhitung sejak Rabu (2/8/2023) dini hari.Â
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri akan memeriksa IP dan APU, anak pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang hari ini, Selasa,
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.