Keutamaan I'tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Kesempatan yang Tak Boleh Disia-siakan
- Unsplash/ Aldin Nasrun
Ia menjelaskan bahwa kata “qadr” sendiri berkaitan dengan takdir atau ketentuan.
“Kita sudah tahu sama-sama, Lailatul Qadar, qadr artinya takdir. Sesuatu yang sedang ditakdirkan, karena memang di malam Lailatul Qadar itu adalah malam penentuan keputusan satu tahun ke depan,” jelasnya.
Malam tersebut memiliki keutamaan yang luar biasa dan disebutkan dalam Al-Quran.
Malam Lebih Baik dari 1000 Bulan
Ustaz Khalid Basalamah juga mengutip ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan keutamaan malam tersebut.
Allah SWT berfirman:
“Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan”
Ia kemudian menjelaskan makna dari angka 1000 bulan tersebut.
“Yang perlu dipahami di sini, 1000 bulan itu sama dengan 83 tahun lebih 4 bulan,” terangnya.
Artinya, amalan yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki pahala yang sangat besar.

- Pexels/Furkan Furkan_Uslu57
Amalan Kecil Bisa Bernilai Puluhan Tahun
Sebagai gambaran, Ustaz Khalid Basalamah memberikan contoh sederhana.
“Kalau bapak ibu sempat ucapkan Subhanallah saja pas Lailatul Qadar, maka sama dengan mengucapkan Subhanallah selama 1000 bulan atau 83 tahun lebih 4 bulan,” ujar Ustaz Khalid Basalamah.
Karena itulah, umat Islam dianjurkan untuk bersungguh-sungguh memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Kesempatan yang Tidak Boleh Disia-siakan
Keutamaan Lailatul Qadar menjadi pengingat bahwa setiap detik pada malam tersebut sangat berharga. Bahkan amalan yang terlihat kecil bisa bernilai pahala puluhan tahun.
Ustaz Khalid Basalamah pun mengingatkan bahwa manusia belum tentu memiliki umur panjang untuk beribadah selama puluhan tahun.
Namun dengan rahmat Allah, pahala tersebut bisa didapatkan hanya dalam satu malam.
Karena itu, memperbanyak ibadah, termasuk i'tikaf di masjid, menjadi salah satu cara terbaik untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. (gwn)
Load more