News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Ragnar Oratmangoen, Pemain Timnas Indonesia yang Bandingkan Orang Islam di Tanah Air ketimbang di Belanda

Sebagai pemain Timnas Indonesia yang religius, Ragnar Oratmangoen memiliki kisah membandingkan kehidupan orang Islam di Indonesia dan Belanda sangat berbeda.
Sabtu, 19 April 2025 - 07:23 WIB
Pemain diaspora Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen
Sumber :
  • Instagram/@0ratmangoen

tvOnenews.com - Ragnar Oratmangoen sebagai pemain diaspora Timnas Indonesia memiliki kisah terkesima dengan orang Islam di Indonesia.

Sebagai pemain diaspora Timnas Indonesia yang religius, Ragnar Oratmangoen merasakan ada perbedaan begitu besar antara nuansa Islam di Indonesia dan Belanda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini membuat Ragnar Oratmangoen menjadi idola baru bagi suporter Timnas Indonesia karena kepribadiannya sangat berpegang teguh pada agama Islam.

Terlebih lagi, Ragnar Oratmangoen mengetahui bahwa, mayoritas masyarakat Indonesia adalah penganut agama Islam.

Lantas, seperti apa kisah Ragnar Oratmangoen tertegun terhadap orang Islam di Indonesia? Simak di bawah ini!

Ragnar Oratmangoen Bandingkan Kehidupan Orang Islam di Indonesia dan Belanda

Penyerang keturunan Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen
Penyerang keturunan Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen
Sumber :
  • AFC

 

Dalam suatu kesempatan, Ragnar Oratmangoen pernah membagikan seputar kehidupannya dan alasan memilih Timnas Indonesia.

Mantan pemain Fortuna Sittard itu mengatakan bahwa, agama Islam sudah menjadi bagian dalam hidupnya.

Bagi Ragnar Oratmangoen, hidupnya tanpa agama Islam sangat terasa hampa. Hal ini membuat ia memilih Indonesia sebagai negara yang dibanggakan olehnya.

"Islam merupakan bagian terbesar dalam hidup saya. Hal ini membuat saya merasa sudah menjadi bagian dari Indonesia dan masyarakatnya," kata Ragnar Oratmangoen dilansir dari Kita Garuda, Sabtu (19/4/2025).

Wak Haji Ragnar Oratmangoen sapaan populernya menuturkan, ia sangat percaya bisa memenuhi kebutuhan ibadahnya karena mengingat banyak orang Islam di Indonesia.

Ragnar Oratmangoen menyebutkan bahwa, dirinya sangat mudah mengerjakan shalat, puasa, dan ibadah lainnya jika berada di Indonesia.

Hal ini berbanding terbalik selama tinggal di Belanda. Ragnar Oratmangoen merasakan nuansa Islam di negara kelahirannya tidak sebanding dengan di Indonesia.

"Saya sudah mengetahui seperti apa kehidupan orang-orang yang beragama Islam di Indonesia. Tentu saja kondisi seperti ini berbeda dengan di Belanda," ucap Ragnar Oratmangoen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ragnar Oratmangoen mencontohkan kehidupan orang Islam di Indonesia, misalnya dari hal sederhana selalu mendengar suara adzan dan sangat mudah mengerjakan ibadah shalat.

Ragnar Oratmangoen mengaku sangat beruntung mempunyai darah keturunan dari sang kakek dari Fordata, Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT