H-3 Lebaran, Jalur Pantura Meningkat Padat! Jangan Lupa Baca Doa Mudik
- ANTARA
tvOnenews.com - Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota menyebutkan arus mudik di Jalur Pantai Utara (Pantura) Cirebon, Jawa Barat, pada H-3 Lebaran 2025 meningkat sebesar 35 persen dibanding hari sebelumnya.
Kepala Polres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar di Cirebon, Jumat, mengatakan lonjakan jumlah kendaraan didominasi oleh pemudik roda dua yang bergerak dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah melalui Jalur Pantura.
"Untuk hari ini memang ada peningkatan arus secara umum 35 persen, didominasi oleh pemudik roda dua ke arah timur," katanya.
Ia menjelaskan, peningkatan arus mudik ini terlihat dari tingginya volume kendaraan yang melintas di jalur Pantura. Namun, secara keseluruhan kondisi lalu lintas masih dapat dikendalikan dengan baik.
Menurut Eko, ruas arteri dan jalur tol yang mengarah ke Jawa Tengah saat ini masih terpantau lancar meskipun terjadi lonjakan jumlah pemudik.
Dia menyebutkan hal ini disebabkan oleh pengaturan lalu lintas yang dilakukan secara situasional oleh pihak kepolisian, seperti penerapan one way pada jalur tol.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pihaknya telah menerapkan beberapa strategi rekayasa lalu lintas seperti menutup sementara beberapa perempatan serta mengatur belok kiri langsung guna menambah kapasitas jalan.
"Kami tidak perlu melakukan rekayasa besar, hanya penarikan skala prioritas dari arah yang padat," ujarnya.
Ia menuturkan upaya pengaturan lalu lintas ini dilakukan untuk memastikan perjalanan pemudik tetap lancar, terutama bagi mereka yang menuju ke wilayah timur melalui wilayah Kota Cirebon.
Terkait puncak arus mudik, Eko menyebut peningkatan volume kendaraan masih terjadi pada malam hari ini.
Namun, pihaknya berharap tren tersebut mulai menurun pada hari berikutnya hingga menjelang Lebaran.
"Mudah-mudahan besok volume kendaraan sudah menurun sampai dengan nanti Lebaran," katanya.
Selain memantau arus lalu lintas, Polres Cirebon Kota juga menyiagakan personel di beberapa titik rawan kemacetan guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan volume kendaraan menjelang Sabtu hari.
"Kami terus mengimbau pemudik untuk mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama," ujar Eko.
Sementara itu berdasarkan data Dishub setempat, rata-rata kendaraan yang bergerak di Jalur Pantura Kota Cirebon sekitar 5.815 unit per jam pada H-3 Lebaran 2025.
Secara akumulasi, jumlah kendaraan yang melintasi ruas arteri di kota tersebut lebih dari 139 ribu unit sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB pada Jumat (28/3).
Selama periode tersebut, kendaraan yang mendominasi arus lalu lintas di jalur arteri adalah sepeda motor dengan jumlah mencapai 130 ribu unit.
Jika Anda salah satu yang akan mudik, sebaiknya jangan tinggalkan doa-doa berikut ini. Hal ini karena Islam mengajarkan untuk memulai segala aktivitas dengan doa.
Doa yang dibaca saat mudik ini insyaAllah akan menjadikan perjalanan Anda diberikan kelancaran, keselamatan, dan keberkahan. Berikut doa-doa yang sebaiknya dibaca saat mudik.
1. Doa Naik Kendaraan
Dibaca saat memulai perjalanan dengan kendaraan:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Subḥānal-ladzi sakhkhara lanā hāżā wa mā kunnā lahū muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.
Artinya: “Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah kami akan kembali.” (QS. Az-Zukhruf: 13-14)
2. Doa Memohon Keselamatan dalam Perjalanan
Dibaca sebelum berangkat mudik:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَىٰ، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَىٰ، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي الأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ
Allāhumma innā nas’aluka fī safarinā hāżal-birra wat-taqwā, wa minal-‘amali mā tarḍā. Allāhumma hawwin ‘alainā safaranā hāżā, waṭwi ‘annā bu‘dah. Allāhumma antaṣ-ṣāḥibu fīs-safar wal-khalīfatu fil-ahl. Allāhumma innī a‘ūżu bika min wa‘ṡā’is-safar, wa ka’ābatil-manẓar, wa sū’il-munqalab fīl-māl wal-ahl.
Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan ini, serta amal yang Engkau ridai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jauhnya. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan pelindung bagi keluarga yang ditinggalkan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta musibah yang menimpa harta dan keluarga.” (HR. Muslim)
3. Doa Sampai di Tujuan dengan Selamat
Setelah tiba di kampung halaman atau tempat tujuan:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهَا وَارْزُقْنَا خَيْرَهَا
Allāhumma bārik lanā fīhā, warzuqnā khairahā.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kami di tempat ini dan berilah kami rezeki terbaik darinya.”
Agar mudik tetap bernilai ibadah, maka selain selalu mengutamakan keselamatan, jangan tinggalkan doa-doa di atas.. Semoga perjalanan mudik kita semua diberi keberkahan dan keselamatan oleh Allah SWT. Aamiin.
Semoga bermanfaat. (ant/put)
Load more