"Dengan tegas beliau, tanpa pakai syarat, langsung boleh ganti dengan dirham, atau dinar, atau uang," lanjutnya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa boleh memilih apakah ingin beras ataupun uang, setidaknya mana yang lebih mudah dan bermanfaat untuk fakir miskin.
"Mungkin mana yang lebih tepat, yang lebih nyaman bagi sang fakir itu sendiri," kata Buya Yahya.
"Bahkan bisa jadi di hari ini sangat lebih perlu pada yang namanya uang, karena beras mungkin sudah ada tapi lauk belum ada," lanjutnya.
Menurut Buya Yahya, yang terpenting adalah memastikan penerima zakat fitrah tersebut benar-benar orang yang berhak.
"Jangan ragu dengan uang, yang jelas tepat kepada orang yang berhak, orang fakir yang sesungguhnya, orang yang membutuhkan," kata Buya Yahya.
(far)
Load more