Jangan Keliru Lagi, Wudhu Haruskah Kumur ketika Puasa di Ramadhan? Ustaz Adi Hidayat Jelaskan secara Gamblang
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
tvOnenews.com - Wudhu adalah salah satu bagian ibadah yang terlaksana sebelum shalat.
Wudhu memiliki ketentuan baik dari syarat dan tata cara yang wajib dilakukan umat Muslim. Ustaz Adi Hidayat lebih menjelaskan Wudhu di tengah melaksanakan puasa Ramadhan.
Umat Muslim sebentar lagi akan menghadapi puasa Ramadhan. Ustaz Adi Hidayat (UAH) tidak menginginkan seluruh amalan khususnya Wudhu sebelum shalat tak sah.
UAH tidak sengaja mendengar kalau Wudhu saat puasa Ramadhan memiliki perbedaan, salah satunya terletak pada bagian kumur mulut.
"Seperti Wudhu yang dilakukan saat Anda hendak menunaikan shalat," tutur UAH dinukil dari kanal YouTube Kajian Islam, Selasa (11/2/2025).

- Freepik
Â
Hal ini mengingatkan dalam ajaran agama Islam, kalau Wudhu langkah bersuci, kondisi tubuh harus terhindar dari hadas besar dan kecil, apabila ingin menunaikan shalat.
Kegiatan Wudhu bermula dari mencuci pergelangan tangan, kumur-kumur mulut, basuh tangan, kepala dan kaki. Syaratnya minimal memakai air bersih dan masih suci.
Selain kotoran, Wudhu berfungsi untuk mencegah virus bahkan bakteri yang menempel di bagian tubuh, khususnya pada bagian-bagian menyucikan tubuh lewat kegiatan ibadah ini.
Wudhu juga berfungsi bagaimana cara tetap sehat dan terhindar dari penyakit kulit, jika berpacu pada keutamaan dari segi kesehatannya.
Melalui Wudhu menyebabkan seolah-olah segala dosa kecil terkikis dan memperoleh pahala yang dilipat gandakan oleh Allah SWT.
Namun, Wudhu ketika menjalankan puasa, tentu dianggap ada perbedaan, berkaitan dengan hukum berpuasa di Ramadhan.
Wudhu melibatkan air bersih, sedangkan puasa meminimalisir untuk penggunaan air yang rentan bisa masuk ke dalam tubuh, menyebabkan ibadah wajibnya batal pada Ramadhan.
UAH menyoroti bagian kumur-kumur, upaya membersihkan mulut dengan air bersih. Tidak sedikit dari mereka tak sengaja menelan air ketika berwudhu.
Menurut Direktur Quantum Akhyar Institute itu, Wudhu antara hari-hari biasa dan Ramadhan tidak berubah. Artinya, tak ada perbedaan apa pun dari tata cara pelaksanannya.
"Sesungguhnya cara berwudhu di dalam Ramadhan tidak ada bedanya dengan cara berwudhu seperti halnya yang Anda tunaikan di luar waktu Ramadhan," terang dia.
Pendakwah lulusan S2 di UIN Bandung itu setidaknya berpesan ketika Wudhu saat berpuasa, wajib menanamkan sikap kehati-hatian.
Bagi UAH, orang mukmin yang berhati-hati, senantiasa menjaga ibadah puasanya tetap sah dan tidak batal atau makruh.
"Hanya barang kali dalam catatan tertentu, terkait dengan sunnah-sunnah Wudhu yang dipandang berpotensi membatalkan puasa atau dipandang makruh, maka dalam hal demikian Anda diminta untuk berhati-hati atau bahkan meninggalkan sebagiannya," jelasnya.
Ia menyarankan ketika kumur-kumur, sebaiknya air yang masuk ke dalam rongga mulut, tidak boleh tertelan melewati tenggorokan.
Artinya, hanya sekadar membersihkan bagian rongga mulut ketika berkumur-kumur saat mengerjakan Wudhu.
"Tidak berkumur-kumur yang bisa menghasilkan hal yang berlebihan hingga seperti menelan air, maka itu sangat berpotensi membahayakan dalam puasa Anda," paparnya.
Lantas, bagaimana soal anjuran berkumur-kumur sebanyak tiga kali? UAH memahami hal tersebut bagian dari rukun Wudhu.
Namun begitu, UAH tidak mempermasalahkan apabila kumur-kumur tidak dikerjakan tiga kali. Hal ini berlaku ketika memasukkan air ke dalam rongga hidung.
"Selain itu sunah istinsyaq atau menghisap air ke hidung, ini bisa Anda tinggalkan karena juga berpotensi membatalkan puasa Anda," pungkasnya.
(hap)
Load more