Meski Menang di Kandang Dortmund, Inter Milan Justru Harus Telan Kenyataan Pahit
- Instagram/@inter
Jakarta, tvOnenews.com - Inter Milan meraih kemenangan impresif 2-0 di markas Borussia Dortmund pada laga terakhir fase liga Liga Champions 2025/2026.Â
Meski tampil dominan dan pulang dengan tiga poin, hasil tersebut tetap tidak cukup mengantarkan Nerazzurri menembus delapan besar klasemen akhir.
Gol kemenangan Inter dicetak melalui tendangan bebas spektakuler Federico Dimarco serta gol penutup dari Andy Diouf pada masa tambahan waktu. Tambahan tiga poin membuat Inter finis hanya terpaut tipis dari zona delapan besar, setelah sebelumnya menelan tiga kekalahan beruntun usai memenangi empat laga awal.
Menjelang laga penentuan ini, Inter datang dengan kondisi pincang. Denzel Dumfries, Hakan Calhanoglu, dan Nicolò Barella harus absen akibat cedera. Pelatih Simone Inzaghi juga mengistirahatkan Lautaro Martinez dan Alessandro Bastoni sejak awal pertandingan, sehingga Ange-Yoan Bonny dipasangkan dengan Marcus Thuram di lini depan.
Sementara itu, Borussia Dortmund juga tak tampil dengan kekuatan penuh. Daniel Svensson absen karena skorsing, Marcel Sabitzer dan Niklas Süle mengalami cedera, sedangkan Waldemar Anton harus menepi mendadak setelah terserang virus.
Tuan rumah sempat mengancam lewat Serhou Guirassy yang lolos dari posisi offside, tetapi terpeleset saat mengeksekusi peluang sehingga tendangannya mudah diamankan Yann Sommer. Inter membalas lewat serangan balik cepat, namun peluang Yann Bisseck gagal berbuah gol setelah satu percobaannya diblok dan sepakan lanjutan melambung di atas mistar.
Inter terus menekan. Umpan silang Luis Henrique yang melenceng justru berubah menjadi tembakan berbahaya dan membentur mistar gawang. Bonny kembali menyia-nyiakan peluang emas lewat sundulan lemah meski berdiri bebas di depan gawang.
Memasuki babak kedua, Francesco Pio Esposito dan Karim Adeyemi sama-sama memberikan dampak usai masuk sebagai pemain pengganti. Adeyemi bahkan memaksa Sommer melakukan penyelamatan penting dengan ujung jarinya. Di sisi lain, Inter hampir membuka keunggulan lewat Davide Frattesi, tetapi tembakannya masih mampu diantisipasi kiper Gregor Kobel.
Kebuntuan akhirnya pecah lewat momen magis Federico Dimarco. Bek kiri Inter itu sukses melambungkan tendangan bebas indah melewati pagar hidup dan mengarahkan bola ke sudut atas gawang Dortmund dari luar kotak penalti.
Load more