Teks Khutbah Jumat 30 Januari 2026: Menjemput Ramadhan dengan Ilmu dan Amal, Memahami Keutamaan Bulan Sya’ban
- Pexels/Mohamad Tamer
tvOnenews.com - Tak terasa, kaum Muslimin kembali dipertemukan dengan bulan Sya’ban, bulan yang hadir tepat sebelum Ramadhan.
Bulan ini sering kali berlalu tanpa banyak perhatian, padahal Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat jelas tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.
Jumat, 30 Januari 2026, menjadi momentum yang tepat bagi kita untuk merenungi kembali makna bulan Sya’ban.
Bukan hanya tentang memperbanyak amal, tetapi juga tentang meluruskan niat, mengikuti tuntunan SAW, serta menjauhi amalan-amalan yang tidak memiliki dasar yang kuat dalam Al-Quran dan sunnah.
Berikut ini teks khutbah Jumat yang mengajak jamaah memahami keutamaan Sya’ban secara proporsional, memperbanyak puasa sunnah, sekaligus berhati-hati dari praktik bid'ah yang kerap dianggap sebagai ibadah.

- Pexels/Furkan Furkan_Uslu57
Khutbah Pertama
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan dan ampunan. Kita berlindung kepada Allah dari keburukan diri dan amal perbuatan kita.
Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang mampu menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. Ali Imran: 102)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Saat ini kita berada di bulan Sya’ban, sebuah bulan yang sering dilalaikan oleh banyak manusia. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Usamah ibn Zaid:
Dalam riwayatnya, Usamah bertanya kepada Rasulullah SAW “Wahai Rasul, aku tidak melihatmu berpuasa pada suatu bulan seperti pada bulan Sya‘ban.”
Beliau menjawab:
فَذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ، بَيْنَ شَهْرِ رَجَبٍ وَشَهْرِ رَمَضَانَ، تُرْفَعُ فِيهِ أَعْمَالُ النَّاسِ، فَأُحِبُّ أَنْ لَا يُرْفَعَ عَمَلِي إِلَّا وَأَنَا صَائِمٌ
Load more