News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bayar Utang Puasa Ramadhan di Akhir Bulan Syaban Memang Masih Boleh? Ulama Jelaskan Waktu Terbaik Melunasinya

Banyak orang bertanya, Apakah masih boleh mengganti puasa di penghujung bulan Syaban, atau ada ketentuan khusus yang perlu diperhatikan sebelum Ramadhan tiba.
Kamis, 29 Januari 2026 - 23:46 WIB
Ilustrasi puasa
Sumber :
  • Pexels/ Gül Işık

tvOnenews.com - Masuknya bulan Syaban menjadi penanda bahwa bulan suci Ramadhan kian mendekat. 

Pada masa ini, umat Islam mulai mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual, untuk menyambut ibadah puasa yang penuh keutamaan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu hal yang kerap menjadi perhatian adalah kewajiban melunasi utang puasa Ramadhan sebelumnya. 

Tak sedikit yang bertanya, apakah masih diperbolehkan mengganti puasa di penghujung bulan Syaban, atau justru ada ketentuan khusus yang perlu diperhatikan sebelum Ramadhan tiba.

Dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Kun Ma Alloh, Ustaz Abdul Somad berikan penjelasan terkait batas waktu bayar utang puasa.

Supaya tidak terjadi kekeliruan, penting untuk memahami ketentuan dalam melunasi utang puasa agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Potret Ustaz Abdul Somad
Potret Ustaz Abdul Somad
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Ustadz Abdul Somad Official

Ustaz Abdul Somad terlebih dahulu menjelaskan bahwa mengganti puasa di bulan Syaban memiliki keutamaan tersendiri.

"Siapa yang mengganti puasa di bulan Syaban hari senin, otomatis dapat 3," kata Ustaz Abdul Somad.

"Puasa qadha lunas 1 hari, puasa sunnah Syaban dapat, puasa hari senin dapat," lanjutnya.

Ia juga memberikan penjelasan mengenai niat yang perlu diperhatikan saat menunaikan puasa pengganti tersebut.

"Niatnya satu aja, saya niat puasa qadha, otomatis dapat 3, jadi enggak perlu niatnya 3," jelasnya.

Terkait batas waktunya, Ustaz Abdul Somad menegaskan bahwa pelunasan utang puasa dapat dilakukan hingga berakhirnya bulan Syaban dan memasuki bulan Ramadhan.

"Batasnya kapan, sampai Ramadhan ini," jelasnya.

Lalu, bagaimana jika utang puasa tersebut belum juga terselesaikan saat Ramadhan tiba?

"Maka dia tetap qadha selesai Ramadhan hanya saja kena denda plus," kata Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan denda adalah kewajiban membayar fidyah.

Karena itu, setelah Ramadhan berlalu, sisa utang puasa yang belum tertunaikan harus tetap diganti dan disertai dengan pembayaran fidyah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Maka dia kena dua, qadha plus fidyah," pungkasnya.

(far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT