Ramadhan Tiba 23 Hari Lagi, Buya Yahya Ingatkan Cara Benar Qadha Puasa
- Istimewa/istockphoto.com
“Puasa Anda sah, qadha Anda sah,” tegas Buya Yahya.
Hal ini karena menurut pandangan Buya Yahya, niat itu di dalam hati bukan diucapkan.
“Niat dalam hati bukan diucapkan dalam lidah Anda,” tandas Buya Yahya.
Hal ini karena menurut Buya Yahya, terbukti bahwa jamaah tersebut melakukan qadha puasa.
Maka jika orang yang qadha puasa artinya tahu bahwa puasa Ramadhan wajib dan harus dibayar jika meninggalkannya.
“Waktu Anda menyebut puasa Ramadhan pasti dalam hati Anda tahu itu wajib makanya Anda qadha,” jelasnya.
“Jadi niat itu dalam hati mengucapkan sunnah. Biarpun diucapkan tidak sempurna tapi dalam keyakinan Anda sempurna sudah sah,” lanjut Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian memberi contoh lain misalnya, seorang Muslim berniat puasa Senin Kamis tapi dalam hati qadha Ramadhan.
“Puasa Senin Kamis, Anda niat puasa Ramadhan, qadha Ramadhan sah di hati Anda bukan di lisan Anda,” kata Buya Yahya.
Hal ini karena kata Buya Yahya kembali kepada keyakinan bahwa puasa Ramadhan itu wajib dan harus diqadha jika meninggalkannya.
“Itu yang penting di sana Anda sudah meyakini puasa Ramadhan wajib, Anda punya hutang harus qadha, itu sudah wajib,” ujar Buya Yahya.
“Makanya niat di dalam hati sudah cukup,” sambungnya.
Maka dari itu, jangan ragu karena kata Buya Yahya niat itu hanya di dalam hati ini.
“Saya pengen puasa Ramadhan besok hari,” ujar Buya Yahya.
“Ramadan wajib, Anda sudah yakini jadi di bahasa para ulama muktabarat dalam niat itu adalah untuk meyakinkan di hati bukan untuk diucapkan,” jelas Buya Yahya.
“Ucapkan beda enggak ada masalah yang penting hati Anda meyakini Ramadhan wajib bagi Anda,” tambahnya.
Maka kata Buya Yahya jangan pusing jika tidak hafal niat yang panjang.
Jangan sampai karena tidak hafal niat panjang malah jadi tidak qadha puasa.
“Niat yang panjang itu tidak harus anda ikuti seperti itu. Gara-gara niat yang panjang itu ibu-ibu enggak bisa puasa,” sambungnya.
Karena kata Buya Yahya sejatinya niat itu di hati, diucapkan tidaklah wajib.
Load more