Shalat Subuh kok di Jam 7 Pagi, Bagaimana Hukumnya? Justru Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Ada Hal...
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
Namun, setiap wilayah memiliki waktu yang berbeda-beda dipengaruhi oleh letak geografis dan musimnya masing-masing.
Ada pun batas akhir waktu shalat Subuh melalui tanda matahari telah terbit yang biasa dikenal waktu Syuruq.
Jika matahari berada dalam posisi satu derajat di bawah ufuk timur menunjukkan mulai terbit dan ditandai batas akhir waktu Subuh.
Sebab, waktu Subuh memberikan keutamaan berupa sumber segala sumber cahaya untuk pembekalan di hari Kiamat nanti.
Waktu Subuh juga bisa menggetarkan aliran rezeki yang diguyur bertubi-tubi dari langit atas pemberian Allah SWT melalui para malaikat.
Meski begitu, shalat Subuh menjadi tantangan yang membuat mereka meninggalkannya hingga terpaksa dikerjakan meski matahari telah terbit.
Menurut UAH, orang yang disebabkan kelelahan masih boleh mengerjakan shalat Subuh pada jam 7 pagi. Meski dengan catatan tidak meninggalkan secara sengaja.
"Bukan begadang nonton bola misalnya, kemudian ketiduran kemudian telat Subuh, itu dosa," tegas dia.
Direktur Quantum Akhyar Institute itu juga tidak mempermasalahkan shalat Subuh terlampau kesiangan disebabkan tak tidur pada tengah malam untuk Tahajud.
"Kemudian setelah itu Anda mandi, Anda kemudian shalat dulu, bahkan sempat Tahajud sampai setengah tiga, sudah itu tiduran, begitu bangun jam 7," terangnya menjelaskan.
Lantas, mengapa hukum shalat Subuh di jam 7 pagi atau setelah matahari terbit masih sah?
"Jika seseorang itu kemudian bangun dari tidurnya melewati batas shalatnya, keluar sabda Nabi 'Itulah waktu shalatnya', tunaikan waktu shalat yang bangun dari tidur, itulah waktunya," jelasnya.
Pendakwah asal Pandeglang ini membagikan kisah saat Rasulullah SAW meminta Bilal bin Rabah membangunkannya ketika melakukan perjalanan bersama para sahabat.
Saat itu Bilal bin Rabah menerima permintaan dari Rasulullah SAW guna mengerjakan shalat Subuh tepat waktu.
Bilal meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk tidur sebentar agar tidak terlampau kelelahan.
Namun, Bilal ikut ketiduran menyebabkan tidak memenuhi permintaan dari Rasulullah SAW. Mereka pun telat mengerjakan shalat Subuh.
Rasulullah SAW yang memiliki kerendahan hati langsung memerintahkan Bilal berwudhu untuk segera shalat Subuh pada pagi hari.
Load more