Istri Pertama Marah karena Dipoligami, Suami Harus Bagaimana? Buya Yahya Jawab Begini, Katanya...
- istockphoto.com
Buya memberi contoh, misalnya dari awal mungkin suami sudah membatasi pertemuan dengan istri kedua.Â
Atau mungkin berjanji tidak bisa bertemu setiap saat, apakah sebulan sekali atau seminggu sekali. Jika pada dasarnya itu adalah perjanjian, mkaa terima saja.Â
"Kalau dari awal sudah anda pangkas tuntutan anda meminta lebih, maka anda akan menemukan kebahagiaan biarpun hanya seminggu sekali karena memang kemampuan suami anda seminggu sekali. Andda bukan perempuan rendah bukan, anda lebih cerdas daripada yang lain yang naudzubillah melakukan keharoman," ujar Buya Yahya.
"Maka anda bantu suami anda, jangan malah merayu. Ada sebagian wanita itu menjadikan seorang laki-laki itu berani melangkah karena calon istri yang kedua ini telah menjanjikan kesiapan-kesiapan yang banyak dengan macam-macam resiko. Setelah suami melangkah, tiba-tiba berubah, ini akan mejadi malapetaka," tegas Buya Yahya menambahkan.
Kemudian Buya juga menambahkan bahwa tidak harus istri kedua berterus terang kepada istri pertama, karena mungkin sang suami ingin mencari yang halal. Mencari wanita yang bisa menerimanya, biarpun tanpa diketahui istri pertama.Â
"Mungkin laki-laki tersebut sangat menghargai istri yang pertama, sehingga jangan sampai hal yang demikian mengganggu hatinya," papar Buya Yahya.

Lalu Buya juga berpesan bahwa semestinya istri kedua juga komitmen dengan hal tersebut, yang penting kebutuhan anda terpenuhi, daripada anda tidak mempunyai suami.
"Ini nasehat untuk istri yang kedua. Jadi sesuai yang pernah anda sepakati, itu yang harus anda pertahankan," terang Buya Yahya.Â
Akan tetapi seiring berjalannya waktu akan tumbuh rasa cinta. Biasanya istri kedua tidak akan merasa cukup dengan kebaikan yang diberikan suami akan tetapi ingin tambah, karena terlalu mencintai.
"Hal ini wajar, akan tetapi anda harus tetap pada prinsip yang pertama. Selagi suami tidak ingin memberitahu, maka anda tidak usah. Karena suami anda lebih tau tentang keadaan istrinya," tambahnya lagi.
''Apalagi kalo kemudian sampai istrinya mengizinkan suami untuk mencari kesenangan sesaat daripada harus menikah, naudzubillah. Ini kan bahaya banget," tegas Buya Yahya.
Load more