Inara Rusli Pilih Dahulukan Kasus CCTV Ilegal, Minta Penundaan Proses Hukum Perzinaan
- YouTube/dr. Richard Lee, MARS - Instagram/mommy_starla
tvOnenews.com - Kasus hukum yang menyeret nama Inara Rusli kembali memasuki babak baru.
Setelah dilaporkan oleh Wardatina Mawa atas dugaan perzinaan dengan Insanul Fahmi, Inara kini meminta agar proses hukum laporan tersebut ditunda sementara.
Permintaan ini diajukan lantaran pihaknya menemukan adanya dugaan tindak pidana dalam pengambilan bukti perkara, berupa rekaman CCTV yang digunakan sebagai dasar laporan.
Inara bersama tim kuasa hukumnya mengajukan laporan ke Bareskrim Polri terkait dugaan akses ilegal terhadap video CCTV di rumahnya.
Rekaman tersebut sebelumnya diserahkan oleh pihak Wardatina Mawa kepada penyidik Polda Metro Jaya sebagai bukti dalam laporan perzinaan.
Namun, menurut Inara, cara memperoleh rekaman tersebut dinilai tidak sah secara hukum.
“Hari ini aku BAP di Bareskrim untuk kasus illegal access,” ujar Inara Rusli kepada awak media, didampingi oleh kuasa hukumnya, Lechumanan, di Bareskrim Polri.
- Kolase tvOnenews.com / YouTube MAIA ALELDUL TV / Instagram @gosip_danu
Pihak Inara menegaskan bahwa mereka meminta Polda Metro Jaya menahan pemeriksaan lanjutan kasus perzinaan hingga persoalan keabsahan barang bukti diselesaikan terlebih dahulu.
“Kami minta Polda Metro Jaya hold pemeriksaan lanjutan. Alat bukti yang mereka gunakan di sana itu cara mendapatkannya tidak sah. Menurut keterangan Mbak Inara, cara memperolehnya melanggar hukum,” kata Lechumanan.
Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa penyidik Bareskrim telah melakukan gelar perkara dan menemukan adanya unsur pidana dalam laporan yang diajukan oleh pihak Inara.
Laporan tersebut bahkan telah meningkat dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.
“Gelar perkara dilaksanakan 6 Januari kemarin, dan penetapan naik sidiknya tanggal 7 kemarin. Jadi hari ini pemeriksaan dalam tingkat penyidikan,” jelas Lechumanan.
Menurutnya, penanganan kasus akses ilegal ini harus diprioritaskan karena menyangkut keabsahan barang bukti utama yang digunakan oleh pihak pelapor dalam laporan perzinaan.
“Apabila sesuatu diperoleh dengan cara tidak sah, maka penyidikannya juga pastinya tidak sah. Kami minta laporan di Bareskrim ini didahulukan,” tegasnya.
Inara berharap aparat penegak hukum dapat bersikap objektif dan adil tanpa memandang siapa pihak yang berseteru.
Load more