Bigmo Bongkar Karakter Resbob, Ternyata Punya Sindrom Bos-bosan
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @bigmoskyy @adimasfirdauss
Bigmo juga menyinggung perilaku Resbob saat melakukan siaran langsung. Ia merasa sang kakak berada di lingkungan yang selalu memujanya.
“Nah waktu di stream itu, waktu dia lagi ngestream itu, gue tahu nih dia lagi di depan minion-minionnya yang temen-temen dia yang menganggap dia hebat karena dia viral jadi ga berani mengkritik dia,” ungkap Bigmo.
Menurut Bigmo, dorongan untuk selalu terlihat keren menjadi faktor utama, “Abis itu karena dia lagi jadi bos-bosan, dia mesti ‘ini gue biar jadi kelihatan keren gimana ni’ jadi itu bukan race bet, itu memang yang teman tongkrongan yang pengen keliatan keren mulu.”
Ia bahkan menilai dari sisi psikologis, Resbob hanya ingin terlihat hebat di mata orang lain, “Menurut gue psiskis malah ‘gue keren kalau gue kata-katain bola ini dan orang ini’ dan ngatainnya kayak gitu penyampaiannya kayak gitu. dia cuma pengen jadi keren aja.”
Saat Deddy Corbuzier menyinggung fakta bahwa perbuatan Resbob terekam, Bigmo menjawab singkat,“Dia enggak nyampe, SDMnya enggak sampe di situ.”
Bigmo juga menyinggung perbedaan tujuan mereka dalam melakukan streaming. Ia menirukan sudut pandang Resbob, “Kan gue streaming juga, gue streaming karena memang gue pengen nyari duit dan berkarya dan lain-lain kan, kalau dia streaming itu biar dia bisa ditanya orang ‘lu ngapain? gue jadi streamer’ gitu.”
Deddy kemudian menanyakan apakah Bigmo benar-benar tidak berkontakan dengan Resbob selama kasus tersebut.
Bigmo menjawab, “Itu dia, tiba-tiba jam 12 nge DM gue bilang. gue kira ‘Jan, maafin Mas Daus’ atau gimana atau tolongin atau ‘gimana ya Jan’, enggak, dia cuma nge screenshot bukti transferan ‘Gue jadi elu sih malu’.”
Pesan tersebut memicu emosi Bigmo, “Gue langsung marah dong ‘lu aja gak ngasih’, kan selama ini dia bilang dia gak ngasih karena dia gak ada duit, trus dia mulai streaming dia ada duit. trus Jan tanya ‘trus mas daud ada ngasih gak’ dia bilang, boro-boro nah 250 ribu aja susah.”
Load more