News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mentadabburi Petra, Kota Kuno yang Canggih dari Abad ke-4 Sebelum Masehi

Cuaca cerah berangin dingin menyambut kedatangan jemaah Elharamain Wisata di bandara Queen Alia International pukul 07.00 waktu Amman. Kedatangan jemaah di ...
Minggu, 3 November 2024 - 14:14 WIB
Mentadabburi Petra, Kota Kuno yang Canggih dari Abad ke-4 Sebelum Masehi
Sumber :
  • Ammar Ramzi

Kota Petra juga dilengkapi dengan bermacam ruang publik tempat pertunjukan, makam raja, hingga tempat-tempat persembahan.

Petra tidak hanya menghidupi warga Nabatean, lokasinya yang berada di jalur perdagangan kuno tersibuk antara Laut Merah dan Laut Mati membuat Petra disinggahi banyak pedagang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka rela membayar tempat berteduh dan air di tengah jalur dagang padang pasir itu.

Petra juga terletak di rute antara tanah Arab dan Afrika (Mesir), maka tidak heran jika Petra begitu maju.

“Petra menjadi kaya dan makmur pada masanya,” tulis Rossie Lesso di laman The Collector dikutip dari National Geographic Indonesia.

Semua itu memang sulit dibayangkan apabila melihat Petra saat ini. Sebuah gempa bumi besar pada akhir abad ke-4 membuat hampir seluruh kota Petra hilang.

Setelah itu, Petra mulai ditinggalkan oleh penduduknya dan perlahan kota yang makmur terlupakan.

Hingga saat ini hanya sekitar 15 persen dari kota Petra yang telah ditemukan dan dapat dinikmati turis. Sisa kota diyakini masih terkubur di bawah gundukan tanah.

Para sejarawan memperkirakan ukuran kota Petra seluas sekitar 160 km persegi  atau empat kali lebih besar dari Manhattan.

Salah satu bangunan kota Petra yang paling mengagumkan saat ini adalah kuil Treasury. Kuil yang juga dipercaya sekaligus sebagai tempat makam para petinggi Nabatean.

Kuil Treasury, Petra
Kuil Treasury, Petra
Sumber :
  • Ammar Ramzi

 

Teriknya matahari tidak menyurutkan semangat jemaah Elharamain Wisata untuk mentadabburi salah satu tujuh keajaiban dunia ini.

Tour leader Umroh plus Aqsa Elharamain Wisata 2024 Ustaz Dr Abdul Kadir meyakini orang-orang Nabatean di Petra ini merupakan cikal bakal kaum Nabi Saleh Tsamud yang jejaknya juga ditemukan di Madain Saleh, Al-Hijr, Arab Saudi.

“Kaum Tsamud awalnya mengidam-idamkan seorang pemimpin, lalu diutuslah kepada mereka seorang nabiyullah, Nabi Saleh,” katanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya kaum Tsamud gembira dan senang kini memiliki seorang pemimpin, tapi ketika Nabi Saleh mengajak mereka untuk beriman kepada Allah di sinilah mereka mengingkari. 

“Mereka tidak menerima karena dianggap ingin merubah agama nenek moyang. Lalu mereka menantang Nabi Saleh untuk menurunkan mukjizat agar mereka bisa beriman kepada Allah,” jelas Ustaz Dr Abdul Kadir. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT