News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Update Harga Bitcoin, Walau Berhasil Bangkit ke US$ 114.000 Usai Flash Crash, tapi Jalan Menuju US$ 125.000 Masih Terjal

Bitcoin (BTC) kembali memperlihatkan ketangguhannya. Kurang dari 48 jam setelah anjlok dalam flash crash pada Jumat (10/10/2025) yang menghapus sekitar US$ 15 -
Selasa, 14 Oktober 2025 - 15:10 WIB
Ilustrasi - Mata uang kripto Bitcoin
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Bitcoin (BTC) kembali memperlihatkan ketangguhannya. Kurang dari 48 jam setelah anjlok dalam flash crash pada Jumat (10/10/2025) yang menghapus sekitar US$ 15 miliar dari open interest kontrak futures, harga sang raja kripto kembali menembus US$ 114.000.

Namun reli cepat ini belum cukup meyakinkan pasar bahwa Bitcoin siap kembali menguji level psikologis US$ 125.000.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sentimen Global Masih Jadi Rem

Selama Bitcoin masih diperlakukan sebagai aset berisiko tinggi dan bergerak seirama dengan saham teknologi, arah bullish jangka pendek dinilai akan sangat bergantung pada keyakinan investor terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Sayangnya, indikasi pelemahan ekonomi kembali terlihat di Amerika Serikat.

Menurut Carlyle, perusahaan-perusahaan di AS hanya menambah 17.000 lapangan kerja pada September, turun dari 22.000 pada Agustus.

Data ini memperkuat kekhawatiran perlambatan ekonomi yang membuat investor cenderung menghindari aset spekulatif.

Tak heran, permintaan terhadap obligasi pemerintah AS melonjak, menekan imbal hasil ke kisaran 3,5%, seiring investor mencari perlindungan.

Relasi AS–Tiongkok Kembali Memanas

Situasi diperkeruh oleh ancaman perang dagang jilid baru antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Pada 10 November mendatang, masa gencatan tarif impor dijadwalkan berakhir.

Presiden AS Donald Trump memang mengisyaratkan perpanjangan, namun belum ada keputusan resmi.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan menyebut kebijakan ekspor tanah jarang Tiongkok sebagai tindakan “provokatif”, karena memaksa perusahaan asing mengurus lisensi tambahan untuk bahan baku penting teknologi.

Tekanan makro makin rumit akibat penutupan sementara pemerintah AS yang menunda rilis data penting seperti inflasi konsumen dan biaya grosir.

Investor kini memilih menunggu hingga pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada Selasa mendatang.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan derivatif Bitcoin menunjukkan kehati-hatian ekstrem. Beberapa bursa mencatat peluang arbitrase karena selisih harga signifikan antara kontrak berjangka dan harga spot.

Tingkat pendanaan futures di Binance masih negatif, mengindikasikan dominasi posisi short yang membayar kepada posisi long. Sementara di bursa lain, funding rate telah kembali ke zona normal.

Pendiri Asymmetric Financial Joe McCann menduga ada “pemain besar yang tumbang” saat kejatuhan Jumat lalu, memicu “dislokasi gila-gilaan” lintas bursa.

CEO Crypto.com Kris Marszalek bahkan meminta regulator melakukan “tinjauan menyeluruh” terkait mekanisme likuidasi dan keadilan perdagangan.

Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

 

Harga Kembali Melemah

Meski sempat pulih, koreksi kembali terjadi pada Selasa (14/10/2025) siang. Harga BTC turun 1,73% ke US$ 112.755, menekan kapitalisasi pasar menjadi US$ 2,24 triliun.

Volume harian: US$ 71,57 miliar (turun 23,13% dalam 24 jam)

Total suplai beredar: 19,93 juta BTC dari maksimal 21 juta

Level tertinggi harian: US$ 116.000

Area tekanan jual: Di bawah US$ 113.000 jelang siang

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesimpulannya, secara fundamental Bitcoin tetap kuat sebagai aset langka. Namun secara psikologis, para trader masih trauma oleh flash crash.

Jalan menuju rekor baru tampaknya harus menunggu keberanian baru dari investor global.

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT