PTPN IV PalmCo Bantu Pengentasan Stunting 1.344 Anak Indonesia
- Istimewa
Sementara itu, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen Rio Firdianto, menyambut baik kerjasama ini dan pihaknya siap mendistribusikan PMT Pemulihan PalmCo selama tiga bulan ke depan.
“Kami dari Kodam I/Bukit Barisan sangat mendukung kegiatan ini. Karena tidak ada bangsa yang kuat tanpa anak-anak yang sehat dan cerdas,” sebut Rio.
“Menekan prevalensi stunting adalah kewajiban kita bersama. Kami siap menjalankan segala upaya mewujudkan penurunan prevalensi 1,85% pertahun,” katanya lagi.
Stunting sendiri merupakan gangguan pertumbuhan yang dialami oleh balita yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standarnya sehingga mengakibatkan dampak baik jangka pendek maupun jangka panjang. Selain permasalahan ekonomi, faktor pendidikan juga mengambil porsi besar dalam permasalahan ini.
Untuk itu, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara yang terlibat di dalam projek ini mengungkapkan komitmennya membantu PalmCo memberikan pendampingan dan edukasi.
“Sebagai akademisi tentunya memiliki fungsi pengabdian kepada masyarakat, UINSU komit menyukseskan Program Pengentasan Stunting melalui eduksi yang ada,” ucap Wakil Rektor III UINSU Prof Katimin.
“Semakin meningkat pemahaman masyarakat atas apa yang menyebabkan stunting, kemudian bagaimana jika kondisi stunting itu terjadi, maka harapan kita hal ini tentu akan berdampak pada penurunan ibu dan anak yang terpapar stunting maupun gizi buruk,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Langkat Sukhyar Muliamin menjelaskan bahwa prevalensi stunting di kabupaten Langkat mengalami penurunan sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2021, prevalensinya tercatat mencapai 31,5%. Angkanya kemudian turun menjadi 18,6% pada 2022 dan 16,9% pada 2023.
Menurut Sukhyar, penurunan stunting di Kabupaten Langkat tak lepas dari bantuan dan dukungan yang diberikan sejumlah pihak. Termasuk PTPN IV PalmCo.
“Untuk itu mengucapkan terima kasih kepada PTPN IV PalmCo yang sudah menunjukkan perhatian serius dalam penanganan stunting di Kabupaten Langkat. Semoga target prevalensi stunting 14% pada 2024 bisa tercapai,” ujarnya.
Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT Pemulihan) yang diluncurkan di Kabupaten Langkat dan juga secara serentak di beberapa Provinsi dimana PalmCo beroperasi tersebut digelar diantaranya oleh Regional I yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, Regional III di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Regional IV di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, Regional V di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Regional VI di Kabupaten Bireuen Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, dan Regional VII di Lampung Tengah.
Load more