News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Takut Istri Gegara Uang Belanja 12 Juta Rupiah Habis, Suami di Magetan Nekat Beri Laporan Palsu Perampokan

Momok Mulyanto warga Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, justru berurusan dengan Satuan Reskrim Polres Magetan.
Kamis, 15 Mei 2025 - 16:44 WIB
seorang pria beri laporan palsu
Sumber :
  • tim tvone - miftakhul erfan

Magetan, tvOnenews.com - Niat hati ingin bebas dari amukan istri, karena uang belanja senilai 12,4 juta rupiah habis untuk foya-foya dan pesta miras di tempa karaoke, Momok Mulyanto (MM) 51 tahun warga Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, justru berurusan dengan Satuan Reskrim Polres Magetan.

Momok terpaksa diamankan tim Resmob Satreskrim Polres Magetan lantaran nekat melakukan laporan palsu jika dirinya baru saja menjadi korban perampokan di jalan raya Magetan-Maospati, tepatnya di Desa Sukomoro Kecamatan Sukomoro Magetan pada Rabu (14/5) sekitar pukul 08.30 WIB. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasatreskrim Polres Magetan, AKP Joko Santoso, Kamis pagi (15/5) mengaku awal kecurigaan laporan korban ini terkuak saat tim penyidik melakukan pra rekontruksi di tempat kejadian bersama korban . Namun penyidik banyak menemukan kejanggalan dari pernyataan korban saat olah TKP

“Kejanggalannya itu diantaranya kata korban dia jatuh karena ditendang pelaku, kenyataannya di TKP tidak ada bekas motor jatuh, jaketnya sobek karena ditarik rampok padahal disobek sendiri, kemudian tas berisi uang 12,7 juta dan handphone dibuang di sungai agar tidak diambil rampok padahal setelah dicari juga tidak ada,” kata Joko saat ditemui di kantornya Kamis (15/5). 

Dengan adanya kejanggalan tersebut, penyidik Polres Magetan kemudian fokus pada pemeriksaan korban atau pelapor hingga akhirnya terungkap laporan MM adalah fiktif atau palsu. 

Joko mengatakan bahwa motif dari pelaku pelaporan palsu ini adalah MM dengan sengaja ingin menggunakan atau mengaburkan uang pinjaman senilai 14,7 juta rupiah dari tempat kerjanya yang digunakan untuk kepentingan pribadi padahal tidak benar. Uang sisa belanja senilai 12, 4 juta tersebut dihabiskan untuk Foya-Foya. 

“Nominal uang yang dipinjam itu adalah 14,7 juta yang telah diberikan kepada istri untuk belanja selamatan mertua sebanyak 2,3 juta rupiah. Namun sisanya habis untuk foya-foya,” terang Joko. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepada polisi, MM mengaku sengaja memberikan laporan palsu kepada polisi karena takut diamuk istri karena uang belanja untuk keperluan selamatan mertua habis dipakai untuk pesta miras di tempat karaoke. 

“Takut sama istri pak, makanya lapor ke polisi pura-pura telah dirampok,” ucap MM. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT