Harga Minyak Goreng Meroket, Pengusaha Keripik Di Banjarnegara Menjerit!
Naiknya harga minyak goreng kemasan saat ini nampaknya sangat berpengaruh bagi para pengusaha keripik di Banjarnegara, Jawa Tengah. Pasalnya, minyak goreng menjadi salah satu kebutuhan utama bagi pengusaha keripik dan para pelaku UMKM lain di Banjarnegara.
Sabtu, 19 Maret 2022 - 03:05 WIB
Sumber :
- Ronaldo Bramantyo
Banjarnegara, Jawa Tengah – Naiknya harga minyak goreng kemasan saat ini nampaknya sangat berpengaruh bagi para pengusaha keripik di Banjarnegara, Jawa Tengah. Pasalnya, minyak goreng menjadi salah satu kebutuhan utama bagi pengusaha keripik dan para pelaku UMKM lain di Banjarnegara.
Suparman, yang merupakan salah satu pengusaha keripik berbahan dasar sayur mayur seperti pare, bayam, terong dan aneka sayur, mengaku harus memutar otak untuk tetap bisa berproduksi ditengah carut marut harga minyak goreng saat ini.
."Kebutuhan meningkat, cari suplai minyak sudah susah, ini malah naik lagi,” katanya, Jumat (18/3/2022).
Baca Juga
Ia juga menuturkan, saat ini Suparman membeli harga minyak goreng sudah seharga Rp 240 ribu per kardusnya atau naik Rp5 ribu dari sebelumnya yang ia beli dikisaran harga Rp 235 ribu per kardus isi 12 liter.
"Terakhir beli harga Rp 235 ribu, kemarin dapet bocoran dari sales naik Rp 5 ribu jadi Rp 240 ribu per karton isi 12 liter, "jelasnya.
Sementara itu, saat memproduksi kripik, Suparman membutuhkan minyak sekitar 24 liter sampai 36 liter dalam satu hari.
"Sekitar 24 liter sehari tapi kadang-kadang sampai 36 liter, tergantung pesanan,” ujarnya.
Akibat tingginya harga beli minyak goreng, Suparman pun terpaksa menaikan harga jual keripik miliknya, alhasil penghasilan Suparman pun ikut terimbas.
"Terpaksa menaikkan harga sedikit dari sebelumnya. Ada pengaruh dipenghasilan, jadi berkurang karena toko-toko yang biasanya ambil barang banyak yang keberatan, jadi mereka mengurangi jumlah produk, " ungkapnya.
Ia pun berharap, pemerintah bisa segera membuat kebijakan untuk menstabilkan harga minyak goreng seperti sebelumnya.
"Harapannya pemerintah bisa segera menurunkan harga dan stabil tentunya. Karena sekarang ini mahal jadi sulit ekonominya,” pungkasnya.(Ronaldo Bramantyo/ade)
Load more