Jakarta - Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya mengungkapkan bisnis pinjaman online (pinjol) ini memang sangat menggiurkan. Tak heran, bisnis pinjol ini kian menjamur di Indonesia. Dalam pernyataannya di program Apa Kabar Indonesia Pagi, Alfons menyoroti peran Kominfo dalam memerangi pinjol ilegal.
"Kominfo sebenarnya bisa mengidentifikasi aplikasi-aplikasi (pinjol) ini dari server mana, dari negara mana. Itu ketahuan kok providernya dan mereka kan cuma berganti nama, artinya servernya nggak ganti. Kita minta peran aktif Kominfo juga untuk mengidentifikasi, jadi jangan cuma blokir-blokir situs porno," tegasnya.
Tidak hanya melakukan pendataan dan sweeping server-server yang menjadi rumah pinjol ilegal, Kominfo seharusnya mampu memberikan tekanan kepada perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang menyediakan layanan SMS blast karena SMS ini merupakan pintu masuk utama pinjol online ilegal dalam mencari korban.
Pinjol ilegal ini pertama kali marak di Tiongkok namun karena mendapat tindakan keras dari pemerintah China, pinjol-pinjol ilegal ini lalu memindahkan operasinya ke negara-negara berkembang lain seperti India dan Indonesia. Alfons memperkirakan, ada jutaan orang yang kini sudah menjadi korban dari aksi predatorial pinjaman online ilegal.
Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya akan terus memburu dan perusahaan-perusahaan pinjaman online ilegal serta menyelidiki apakah ada aktor-aktor intelektual yang mengoperasikan perusahaan tersebut. (afr)