Manado, Sulawesi Utara - Vaksin AstraZeneca kembali digunakan di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara. Sebelumnya, penggunaan vaksin astrazeneca ditangguhkan sementara di dua kota tersebut, setelah ratusan orang penerima pasien tersebut mengalami gejala beragam.
Ratusan warga Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (31/3) antri untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Vaksin yang digunakan merupakan vaksin astrazeneca.
Vaksin AstraZeneca baru digunakan kembali di Manado sejak penangguhan penggunaanya berdasarkan surat Dinas Kesehatan Sulawesi Utara per tanggal 27 Maret 2021 lalu.
Tidak hanya di Kota Manado, penangguhan penggunaan vaksin AstraZeneca juga dilakukan di Kota Bitung.
Menurut penanggung jawab kegiatan vaksin di Kota Manado, dr. Arista Wowor, pelaksanaan vaksin pada hari Rabu (31/3) ini lancar dan menurutnya belum ada sama sekali keluhan dari peserta vaksin.
“Ini sudah 3 jam setelah penyuntikan vaksin, sampai sekarang belum ada reaksi yang negatif. Semua peserta masih tetap sehat,” tuturnya.
Menurut seorang peserta vaksin, Zen Kartini Mintalangi, dirinya mendapatkan vaksin dengan merk AstraZeneca. Dirinya juga mengatakan bahwa dirinya belum merasakan keluhan apapun dan pihak penyelenggara vaksin akan diberikan obat pereda demam dan juga obat maag.
Sebelumnya, penggunaan vaksin AstraZeneca di Manado dan Bitung ditangguhkan. Hal tersebut menyusul munculnya dampak dari pemberian vaksin kepada para peserta penerima vaksin.
Peserta vaksin mengaku mengeluhkan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) dari vaksin seperti demam, sakit kepala, menggigil, nyeri badan dan lemas.
Dalam Penerbitan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat Atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin COVID-19 AstraZeneca, sebenarnya disebutkan bahwa KIPI ini merupakan efek samping dari penggunaan vaksin AstraZeneca yang biasa terjadi di antara 1 dari 10 suntikan.
Penggunaan vaksin AstraZeneca ditangguhkan sementara untuk menunggu penjelasan dan pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) perwakilan Indonesia.
Hal tersebut dilakukan sebagai langkah hati-hati Pemerintah mengingat angka KIPI pasca penyuntikan vaksin AstraZeneca cukup tinggi sekitar 5% dari total peserta yang menerima vaksin AstraZeneca.
Per hari Rabu (31/3) penyuntikan vaksin AstraZeneca pun kembali dilakukan dan Satgas vaksin pun menyiapkan 200 dosis vaksin untuk diberikan kepada peserta vaksin.
Lihat juga: Astrazeneca Mengandung Babi? Komisi IX DPR: Masyarakat Tidak Perlu Ragu untuk Vaksin