Jakarta, tvOnenews.com - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang terjadi dalam lima hari terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Nusa Tenggara. Selain banjir, angin kencang juga menyebabkan puluhan pohon tumbang serta kerusakan bangunan di berbagai daerah.
Di Pulau Jawa, hujan deras disertai angin kencang berdampak pada sejumlah wilayah, salah satunya Kota Bekasi. Sementara itu, proses evakuasi warga masih terus dilakukan oleh tim gabungan di daerah terdampak banjir, termasuk di Kota Cilegon. Bencana serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
Curah hujan yang turun secara terus-menerus menyebabkan peningkatan ketinggian air dan merendam permukiman warga di sejumlah wilayah Jakarta. Kondisi tersebut mengakibatkan akses jalan terganggu dan aktivitas masyarakat terhambat.
Bmkg mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi lainnya. BMKG menyebutkan bahwa puncak musim hujan diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal Februari.
Dalam sepekan ke depan, BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sebagian besar wilayah Pulau Jawa, mulai dari Banten hingga Jawa Timur, serta Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
Salah satu faktor pemicu cuaca ekstrem ini adalah keberadaan bibit siklon tropis 91S di selatan Nusa Tenggara Barat, yang turut meningkatkan potensi hujan lebat dan kecepatan angin.
Penguatan monsun Asia, seruakan massa udara dingin dari wilayah utara, serta tingginya kelembapan udara pada puncak musim hujan juga memperbesar peluang terjadinya cuaca ekstrem.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak yang lebih luas.