Momen Prabowo Buka Bersama Para Tokoh Islam di Istana
Jakarta, tvOnenews.com — Presiden prabowo Subianto disebut memperoleh dukungan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan negara-negara Islam lainnya terkait upaya Indonesia mengambil peran sebagai mediator dalam meredam ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid menyatakan Presiden Prabowo mendorong terciptanya ruang dialog antara kedua pihak agar konflik dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi.
Menurut Nusron, langkah diplomatik tersebut mendapat respons positif dari beberapa pemimpin negara di kawasan Timur Tengah serta negara-negara Islam lainnya. Dukungan di antaranya datang dari Pakistan dan Uni Emirat Arab.
Meski demikian, Nusron menegaskan bahwa penjelasan lebih rinci terkait langkah diplomasi tersebut merupakan kewenangan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Ia juga menyebut Presiden Prabowo bersama sejumlah pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok negara berkembang memiliki keinginan yang sama untuk mendorong terciptanya perdamaian di kawasan.Â
Para pemimpin tersebut sepakat bahwa konflik tidak boleh berlarut-larut karena berpotensi memicu ketegangan yang lebih luas, khususnya di Iran dan kawasan Teluk.
Selain membahas isu geopolitik global, Nusron mengatakan Presiden Prabowo juga menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BOP) serta kebijakan kesepakatan perdagangan resiprokal dengan Amerika Serikat.
Menurutnya, Presiden menegaskan bahwa kesepakatan perdagangan tersebut merupakan solusi yang saling menguntungkan atau win-win solution bagi kedua negara.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki surplus perdagangan sekitar 24 miliar dolar AS terhadap Amerika Serikat.Â
Jika dikenakan tarif tinggi hingga 32 persen, maka produk-produk Indonesia di pasar Amerika akan menjadi jauh lebih mahal dan kurang kompetitif.
Karena itu, kesepakatan perdagangan resiprokal dinilai penting untuk menjaga daya saing produk Indonesia di pasar Amerika Serikat.
Nusron menambahkan, impor yang dilakukan Indonesia dalam skema tersebut bukanlah barang baru. Sejumlah komoditas seperti bahan bakar minyak dan kedelai selama ini memang telah diimpor dari berbagai negara.
Perbedaannya, sebagian impor tersebut akan dialihkan dari negara lain seperti Nigeria, Timur Tengah, Brasil, dan Argentina ke Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan perdagangan kedua negara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga mengundang sejumlah pimpinan organisasi masyarakat Islam, ulama, pendakwah, serta pimpinan pondok pesantren ke Istana Negara di Jakarta pada Kamis malam, 5 Maret 2026.
Pertemuan tersebut digelar dalam rangka silaturahmi sekaligus diskusi mengenai berbagai isu nasional dan global.
Sejumlah tokoh agama yang hadir di antaranya Rais Aam Nahdlatul Ulama KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Iskandar.
Selain itu turut hadir sejumlah ulama dan pengasuh pesantren, di antaranya KH Hasan Abdullah Sahal dari Pondok Modern Gontor serta KH Nurul Huda Jazuli dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri.
Beberapa pendakwah nasional juga tampak hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk pendakwah Mamah Dedeh dan sejumlah tokoh lainnya.