KKHI Madinah Siaga 24 Jam, Kemenhaj Pastikan Layanan Kesehatan Jemaah Haji Terjamin
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Haji dan Umrah memberikan jaminan bahwa fasilitas kesehatan bagi jemaah calon haji, termasuk Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) serta sistem rujukan ke rumah sakit di Arab Saudi, akan tersedia selama 24 jam penuh sepanjang musim haji.
Kasi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Madinah, Enny Nuryanti, menegaskan komitmen kesiagaan tersebut.
“KKHI dua puluh empat jam tiap hari, ya,” ungkap Enny dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4).
Kesiapan layanan non-stop ini bertujuan untuk memantau dan menjaga kondisi fisik jemaah, khususnya dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat menurunkan imunitas tubuh saat beribadah.
Enny memastikan bahwa tenaga medis profesional selalu berada di posisi siaga untuk menangani berbagai keluhan kesehatan.
Tim medis di KKHI Madinah terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, apoteker, hingga tenaga penunjang seperti radiografer, ahli laboratorium, dan ahli sanitasi.
Secara fasilitas, KKHI telah dipersenjatai dengan sarana medis yang lengkap, mulai dari armada ambulans, ruang perawatan inap, hingga peralatan diagnostik seperti USG dan radiologi rontgen.
Tersedia pula apotek internal untuk memastikan ketersediaan obat-obatan bagi jemaah.
Bagi jemaah yang membutuhkan tindakan medis lebih intensif, KKHI telah memperkuat sistem rujukan melalui kolaborasi dengan rumah sakit lokal di Arab Saudi.
Kerja sama ini mencakup rumah sakit pemerintah seperti King Fahd Hospital dan Al Madinah Hospital, serta pihak swasta yakni Saudi German Hospital.
“Dengan adanya jaringan rujukan tersebut, jamaah yang memerlukan perawatan lanjutan dapat segera mendapatkan penanganan sesuai kondisi medisnya,” jelas Enny.
Selain kesiapan fasilitas, Enny juga memberikan peringatan terkait risiko dehidrasi yang kerap menyerang jemaah selama di tanah suci.
Ia menyoroti fenomena jemaah yang cenderung mengurangi asupan cairan demi menghindari frekuensi buang air kecil.
“Kadang jamaah tidak mau minum karena takut sering ke kamar kecil, justru itu bisa meningkatkan risiko dehidrasi,” tutur Enny.
Sebagai langkah pencegahan, ia memberikan tips kepada jemaah agar tetap mengonsumsi air secara rutin dalam porsi kecil namun sering.
Load more