Jakarta, tvOnenews.com - Tingginya aktivitas dan berbagai hiburan yang digelar di ibu kota kerap membuat masyarakat mengabaikan kebutuhan dasar tubuh, salah satunya buang air kecil. Kebiasaan menahan kencing yang dianggap sepele ternyata dapat berdampak serius bagi kesehatan.
Menahan buang air kecil dapat meningkatkan risiko Infeksi saluran kemih atau Isk. Kondisi ini umumnya ditandai dengan keluhan anyang-anyangan, nyeri di perut bagian bawah, rasa panas saat berkemih, hingga urine keruh atau bercampur darah. Selain mengganggu aktivitas, infeksi saluran kemih juga berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik.
Dalam program Hidup Sehat, Prof. Dr. Harrina E Rahardjo menjelaskan bahwa kebersihan area kemih memegang peranan penting dalam mencegah ISK.
Cara membersihkan area kemih yang benar adalah dari arah depan ke belakang, baik pada laki-laki maupun perempuan, untuk mencegah perpindahan kuman dari anus ke saluran kemih.
Selain itu, area kemih harus dipastikan benar-benar kering setelah dibersihkan. Lingkungan yang lembap menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang.
Penggunaan tisu diperbolehkan, namun harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak meninggalkan sisa tisu yang justru dapat menjadi sumber infeksi.
Menahan kencing juga terbukti meningkatkan risiko ISK. Saat urine terlalu lama tertahan di kandung kemih, bakteri memiliki waktu lebih lama untuk berkembang. Idealnya, orang dewasa buang air kecil setiap tiga hingga empat jam, tergantung asupan cairan.
Gejala anyang-anyangan dijelaskan sebagai tanda adanya peradangan pada saluran kemih. Rasa ingin buang air kecil muncul terus-menerus meski volume urine sedikit. Kondisi ini berbeda dengan beser, yang umumnya tidak disertai nyeri atau perubahan warna dan bau urine.
Infeksi saluran kemih lebih sering dialami perempuan karena anatomi saluran kemih yang lebih pendek dan letaknya lebih dekat dengan anus. Meski demikian, laki-laki juga dapat mengalami ISK, dan jika terjadi, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena bisa berkaitan dengan masalah medis yang lebih serius.
Risiko ISK juga meningkat pada ibu hamil akibat perubahan hormon dan tekanan rahim terhadap saluran kemih, yang menyebabkan urine lebih mudah tergenang.