Jakarta, tvOnenews.com - Tim sar gabungan berhasil menemukan satu jasad korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Taman nasional bantimurung, Sulawesi Selatan. Namun hingga hari ketiga pencarian, jasad korban belum dapat dievakuasi akibat sulitnya medan dan kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Pada hari ketiga operasi, Posko Tompobulu didatangi sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i, Kapolda Sulawesi Selatan, Pangdam XIV/Hasanuddin, serta Gubernur Sulawesi Selatan. Kehadiran para pejabat tersebut untuk memberikan arahan langsung terkait percepatan evakuasi korban.
Dari data sementara, pesawat ATR 42-500 tersebut membawa 10 orang. Hingga kini, baru satu korban yang berhasil ditemukan. Jasad korban masih berada di lereng Gunung Bulusaraung, namun belum dapat dievakuasi karena posisi korban berada di jurang terjal.
Upaya evakuasi sebelumnya sempat dilakukan menggunakan teknik rappelling. Namun metode tersebut belum berhasil karena medan yang sangat curam dan licin.
Pada hari ketiga ini, tim SAR mengubah metode pencarian dengan menyusuri jalur bawah menuju titik ditemukannya korban, dipandu oleh seorang warga yang sempat melihat posisi korban.
Kepala Basarnas menyebutkan bahwa jalur udara menjadi opsi paling ideal untuk proses evakuasi. Sejumlah helikopter dari Polri dan Basarnas direncanakan akan dikerahkan untuk membantu pengangkutan korban dari lokasi kejadian.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga mempertimbangkan melakukan rekayasa cuaca guna memperbaiki kondisi cuaca di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Langkah ini dilakukan karena cuaca ekstrem dan kabut tebal menjadi kendala utama pencarian. Dalam dua hari terakhir, jarak pandang di puncak Gunung Bulusaraung hanya berkisar 5 hingga 10 meter.
Ribuan personel SAR gabungan, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat dikerahkan dalam operasi pencarian. Tim dibagi ke sejumlah sektor, baik di puncak gunung maupun jalur-jalur lain di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Hingga saat ini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.