KPK Ungkap Sejumlah Barang yang Diimpor Melalui PT Blueray: Sparepart Kendaraan Hingga Alat Rumah Tangga
- Aldi Herlanda/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap sejumlah barang yang diimpor ke Indonesia melalui forwarder PT Blueray (BR).
Diketahui PT Blueray terlibat dalam kasus dugaan korupsi importasi barang terkait kepengurusan kepabeanan dan cukai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, bahwa barang-barang yang masuk ke Indonesia melalui PT Blueray ini antara lain, sparepart kendaraan hingga peralatan rumah tangga.
"Beberapa barang yang diduga dimasukkan oleh para forwarder ini seperti spare part kendaraannya, kemudian ada juga garmen dan beberapa barang campuran lainnya seperti perangkat-perangkat atau alat-alat rumah tangga," katanya, Kamis (4/3/2026).
Budi mengungkapkan, KPK juga akan terus mendalami terkait forwarder lainnya yang diduga melakukan kegiatan serupa yang dilakukan oleh PT Blueray.
Oleh karena itu, lembaga anti rasuah ini akan memanggil sejumlah perusahaan untuk dimintai keterangannya.
"Penyidik butuh untuk mendalami apakah praktik-praktik yang dilakukan oleh PT BR ini juga dilakukan oleh forwarder lain," jelasnya.
Sebelumnya, KPK masih melakukan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi importasi barang di lingkungan DJBC.
Terbaru, KPK menyita lima unit mobil di Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kamis (4/3/2026).
Mobil-mobil tersebut diduga dibeli dari uang hasil dugaan korupsi importasi barang di lingkungan DJBC.
"Awal pekan ini penyidik melakukan penyitaan lima unit kendaraan roda empat yang disita di kantor pusat Direktorat Jenderal Bea Cukai Jakarta," ucap juru bicara KPK, Budi Prasetyo.
Budi menjelaskan, bahwa seluruh kendaraan itu juga diduga digunakan untuk operasional baik yang berkaitan dengan importasi barang yaitu dalam proses kepabeanan maupun terkait dengan cukai.
"Saat ini seluruh kendaraan dibawa ke Gedung KPK Merah Putih sebagai barang bukti untuk proses penyidikan perkara ini," ucapnya. (aha/aag)
Load more