Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat memulihkan akses transportasi masyarakat di kawasan Tapanuli, Sumatera Utara, yang terdampak bencana alam longsor.
Kementerian Pekerjaan Umum menurunkan tim tanggap darurat bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara untuk menangani kerusakan di jalur penghubung antarwilayah.
Tercatat terdapat 53 titik longsor di sepanjang jalur kawasan Tapanuli, dengan delapan titik sempat tidak dapat dilalui kendaraan.
Saat ini, jalur Tarutung–Sipirok sudah kembali bisa dilewati. Meski demikian, pengguna jalan diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi dan beberapa titik masih tergolong rawan.
Selain penanganan jalan, Kementerian pu memastikan tidak ada jembatan nasional yang mengalami amblas. Sejumlah jembatan lama yang terdampak telah ditangani secara darurat sehingga tetap aman dilalui kendaraan.
Pemerintah menegaskan penanganan darurat ini akan dilanjutkan dengan perbaikan permanen sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan infrastruktur nasional terhadap risiko bencana alam.
Sementara itu, upaya pemulihan pascabencana juga dilakukan dari sisi psikologis warga. Personel Resimen II Pelopor bersama Satuan Brimob Polda Sumatera Barat menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana di wilayah Kayu Pasak.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengikuti berbagai permainan edukatif dan rekreatif, termasuk mencoba wahana flying fox yang dibangun oleh personel Polri.
Aktivitas ini bertujuan untuk mengembalikan keceriaan, rasa aman, serta membantu mengurangi trauma yang dialami anak-anak pascabencana.
Polri menyatakan kegiatan trauma healing merupakan bagian dari pendekatan humanis dalam penanganan pascabencana.
Diharapkan, kegiatan ini dapat mempercepat pemulihan kondisi psikologis masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga terdampak.