Konflik Iran-Israel Ganggu Irak, Laga Play-off Piala Dunia 2026 di Meksiko Terancam Batal
- Instagram FIFA
Masalah lain juga muncul dalam proses pengurusan dokumen perjalanan menuju Meksiko. Beberapa kedutaan besar masih belum beroperasi sehingga proses pengajuan visa menjadi terhambat.
“Karena penutupan wilayah udara, pelatih kami Graham Arnold tidak bisa meninggalkan Uni Emirat Arab,” bunyi pernyataan tersebut. Situasi ini membuat koordinasi tim menjadi lebih sulit dilakukan.
“Kami memastikan kepada para pendukung bahwa kami terus berkomunikasi dengan FIFA dan AFC yang memantau situasi ini,” lanjut pernyataan tersebut. Federasi berharap ada solusi yang memungkinkan tim tetap dapat mengikuti pertandingan sesuai jadwal.
Jika pada akhirnya pertandingan tidak dapat digelar sesuai rencana, FIFA memiliki ketentuan khusus dalam regulasi turnamen. Aturan tersebut mengatur langkah yang bisa diambil dalam kondisi darurat.
Klausul itu berkaitan dengan situasi force majeure atau keadaan yang berada di luar kendali penyelenggara. Dalam kondisi seperti ini, FIFA memiliki kewenangan untuk menentukan keputusan terbaik.
“Jika sebuah pertandingan tidak dapat dimainkan atau dihentikan akibat force majeure, badan penyelenggara FIFA berhak mengambil keputusan apa pun yang dianggap perlu,” bunyi regulasi Pasal 6.5 FIFA. Aturan tersebut memberikan ruang bagi penyelenggara untuk menyesuaikan keputusan dengan kondisi yang terjadi.
Selain itu, terdapat pula aturan lain yang membuka kemungkinan perubahan peserta turnamen. Regulasi tersebut memberikan fleksibilitas bagi FIFA apabila ada tim yang tidak dapat berpartisipasi.
Regulasi 6.7 menyebut FIFA dapat mengganti tim yang mundur dengan negara lain jika dianggap perlu. Dengan demikian, penyelenggara masih memiliki beberapa opsi untuk menjaga jalannya kompetisi.
Artinya, ada dua skenario yang dapat terjadi apabila sebuah tim tidak bisa bertanding. FIFA dapat menunjuk negara pengganti atau menyesuaikan format grup sehingga hanya diikuti oleh tiga tim.
(igp)
Load more