News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

SBY Ragu Amerika Serikat Bisa Menang Lawan Iran, Sebut Iran Jauh Lebih Ngeri dari Irak dan Afghanistan

Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan pandangan kritis soal konflik militer antara Amerika Serikat dengan Iran. 
Senin, 9 Maret 2026 - 20:17 WIB
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sumber :
  • Youtube Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan pandangan kritis mengenai dinamika geopolitik global, khususnya potensi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran

SBY memperingatkan bahwa keterlibatan pasukan darat di wilayah Iran dapat berujung pada konflik berkepanjangan tanpa hasil yang pasti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah siara podcast di Channel Youtube Susilo Bambang Yudhoyono yang diunggah 3 Maret 2026, SBY menyoroti langkah militer yang mungkin diambil oleh pemimpin Amerika Serikat. 

Ia mengaku skeptis terhadap peluang kemenangan mutlak jika konfrontasi fisik terjadi di daratan Iran.

"Kalau sampai pasukan darat dimasukkan ke Iran oleh Presiden Trump misalnya, saya belum punya bayangan pasti menang nggak Amerika itu," ujar SBY.

Ia menekankan kekhawatirannya akan skenario perang yang tidak berujung. 

Menurutnya, pengerahan pasukan darat berisiko terjebak dalam situasi sulit selama bertahun-tahun.

"Jangan sampai sudah digelar di sana berkepanjangan, bertahun-tahun, dan tidak ada tanda-tanda untuk menang," tambahnya.

Lebih lanjut, SBY membandingkan potensi konflik di Iran dengan sejarah keterlibatan Amerika Serikat di negara-negara lain yang memakan waktu lama dan biaya besar. 

Ia menilai bahwa keluar dari medan perang sering kali jauh lebih sulit daripada memulainya.

"Di samping itu untuk mengakhirinya, exit dari peperangan di Iran sebagaimana dulu exit dari Afghanistan dan Irak dan juga Vietnam itu juga tidak mudah," jelas SBY.

Ia menegaskan bahwa Iran memiliki karakteristik yang berbeda dan jauh lebih kompleks dibandingkan negara-negara konflik sebelumnya.

"Iran bukan Afghanistan, bukan Irak. Nah, Afghanistan dan Irak pun sangat tidak mudah, apalagi Iran," ujarnya.

Pandangan ini menurut SBY didasari oleh pemahamannya yang mendalam terhadap strategi militer dan hukum internasional yang mengatur peperangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini karena saya memahami geopolitik, memahami strategi, memahami peperanganlah dengan segala dinamika hukum-hukum dan teorinya," ujarnya. (dpi)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral