Media Jepang Remehkan Timnas Indonesia, Skuad Asuhan Patrick Kluivert itu Disebut Hanya Mengandalkan…
- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Dengan sistem ini, Jepang kini mampu mencetak pemain-pemain berkaliber dunia dari dalam negeri tanpa harus mengandalkan darah asing.
Sebaliknya, Indonesia dan China masih mencari kekuatan dengan cara mendatangkan pemain diaspora atau pemain asing berkualitas yang kemudian ditawari kewarganegaraan untuk memperkuat timnas.
Indonesia banyak mengambil pemain keturunan Indonesia dari Belanda, sementara China cenderung mencari pemain asing yang telah lama berkarier di Liga Super China dan kemudian diberi paspor China.
"Jika ada pemain yang datang ke Jepang dan ingin dinaturalisasi, aturan ketat FIFA menghalangi mereka untuk bergabung dengan tim nasional Jepang," lanjut Soccer Digest Web.
Hal ini menjadi pembeda mendasar antara pendekatan Jepang dan dua negara pesaingnya di Grup ini.
Timnas Indonesia sendiri masih berjuang di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan pertandingan melawan Jepang pada 10 Juni 2025 mendatang akan menjadi laga penting.
Laga tersebut akan menjadi ujian besar bagi Patrick Kluivert dan skuadnya apakah mampu membuktikan kualitas mereka di hadapan negara kuat seperti Jepang yang menganggap Indonesia hanya sebagai tim yang mengandalkan pemain naturalisasi.
Kluivert sebelumnya pernah menegaskan bahwa proses seleksi pemain Timnas Indonesia dilakukan berdasarkan kualitas dan asal usul.
Meski demikian, tekanan untuk membuktikan diri di panggung internasional tentu tidak bisa dihindari. (adk)
Load more