Kata-kata Emosional Chivu Usai Inter Milan Kalahkan Genoa dan Puncaki Klasemen Liga Italia: Dulu Kalian Bilang Kami Sudah Habis
- REUTERS/Matteo Ciambelli
Saat disinggung soal pernyataan Lautaro Martinez terkait kritik publik, Chivu memberikan jawaban yang lugas dan tenang. Menurutnya, Inter sudah terbiasa hidup dengan tekanan dan ekspektasi tinggi
“Itu cara kami melihat segalanya. Menerima apa yang dikatakan tentang kami sambil tetap tahu apa yang sedang kami kerjakan dan apa yang ingin kami capai,” ucap Chivu. Ia menyebut pendekatan tersebut sudah menjadi prinsip internal di dalam tim.
Chivu juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam skuad Inter. Ia percaya bahwa rasa saling peduli dan komitmen bersama menjadi fondasi utama dalam menghadapi situasi sulit.
“Kami tahu seberapa besar kepedulian kelompok ini dan betapa pentingnya selalu hadir meski menghadapi kesulitan, label, dan omongan di luar sana,” tambahnya. Sikap tersebut, menurut Chivu, menjadi kekuatan utama Inter dalam beberapa musim terakhir.
Pernyataan paling menyentil muncul saat Chivu menanggapi anggapan bahwa Inter kini disebut sebagai tim terkuat di Italia. Ia mengingatkan publik bahwa tidak lama sebelumnya, Inter justru dianggap sudah kehilangan daya saing.
“Lima bulan lalu kami diprediksi finis di posisi delapan atau sepuluh karena dianggap sudah habis,” kata Chivu dengan nada tegas. Ia menilai perubahan narasi tersebut sebagai bukti betapa cepatnya opini publik berubah
Menutup pernyataannya, Chivu kembali menegaskan bahwa Inter hanya ingin bekerja dengan konsisten dan rendah hati. Ia menilai konsistensi sikap dan kerja keras jauh lebih penting daripada sekadar pengakuan.
“Kami berjuang dan bekerja untuk menjalankan tugas kami. Apakah ada inkonsistensi atau tidak, yang pasti konsistensi dalam bersikap harus tetap dijaga,” pungkasnya.
(sub)
Load more