Di Balik Drama 3-2 Arsenal: Penebusan Blunder Martinelli dan Perjudian Arteta Mainkan Declan Rice
- Action Images via Reuters/Andrew Couldridge
Jakarta, tvOnenews.com - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, melontarkan pujian tinggi kepada mentalitas para pemainnya usai meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Bournemouth dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu dini hari WIB. Menurut Arteta, kemampuan timnya untuk bangkit dari situasi sulit menjadi cerminan kedewasaan Arsenal dalam menghadapi tekanan.
Arsenal sempat berada dalam posisi tidak ideal setelah Gabriel Martinelli melakukan kesalahan umpan yang berujung gol pembuka Bournemouth melalui Evanilson. Namun, alih-alih terpuruk, Martinelli justru tampil sebagai penebus kesalahan dengan mencetak gol penyama kedudukan.
Momentum tersebut menjadi titik balik bagi The Gunners. Declan Rice kemudian tampil menentukan lewat dua golnya yang memastikan kemenangan Arsenal dengan skor 3-2.
Arteta menilai respons cepat Martinelli sebagai gambaran karakter skuadnya secara keseluruhan. Ia menegaskan bahwa situasi seperti itu bukan kali pertama terjadi di timnya.
“Bukan hanya Gabriel yang pernah mengalami hal seperti ini,” ujar Arteta dalam laman resmi Arsenal. “Kami sudah melihat Saka melakukan kesalahan lalu mencetak gol di pertandingan yang sama, begitu juga Gabi saat melawan Fulham.”
Pelatih asal Spanyol itu menekankan bahwa sepak bola selalu menghadirkan momen baik dan buruk dalam waktu singkat. Kunci untuk tetap berada di level tertinggi, menurutnya, adalah bagaimana pemain merespons setiap kejadian.
“Ini soal reaksi terhadap aksi berikutnya,” lanjut Arteta. “Anda harus punya ingatan yang sangat pendek, baik setelah kesalahan maupun setelah momen positif, karena yang paling penting selalu adalah aksi selanjutnya.”
Selain memuji mentalitas tim, Arteta juga menyoroti kontribusi besar Declan Rice. Gelandang timnas Inggris itu baru saja kembali dari cedera lutut yang membuatnya absen saat melawan Aston Villa.
Arteta mengungkapkan bahwa Rice menunjukkan tekad kuat untuk kembali bermain. Bahkan hingga menit terakhir sebelum laga, sang pemain terus meyakinkan pelatih bahwa dirinya siap turun ke lapangan.
“Dia terus mencoba, meski secara medis itu tidak mudah,” kata Arteta. “Sampai menit terakhir saya bertanya kepadanya, dan dia menjawab bahwa dia siap. Di lapangan, dia membuktikan kualitasnya.”
Load more