Mauricio Souza Tegaskan Identitas Persija Jelang El Clasico Indonesia Kontra Persib Bandung
- tvOnenews-Ilham Giovano
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mulai mengalihkan fokus timnya ke laga besar yang akan datang. Duel bertajuk El Clasico Indonesia kontra Persib Bandung menjadi agenda berikutnya yang tak bisa dihindari.
Pertemuan dua rival klasik tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan ke-17 Super League 2025/2026. Laga ini sekaligus menutup rangkaian pertandingan putaran pertama musim ini.
Persija menyambut pertandingan sarat gengsi itu dengan suasana positif. Kemenangan pada laga sebelumnya menjadi suntikan moral bagi Macan Kemayoran.
Pada pekan ke-16, Persija sukses menundukkan Persijap Jepara. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (3/1/2026) malam.
Hasil tersebut tidak hanya berarti tambahan tiga poin. Lebih dari itu, Persija mendapat modal kepercayaan diri jelang laga yang selalu mengundang tensi tinggi.
Mauricio Souza mengungkapkan bahwa timnya belum sepenuhnya memulai analisis terhadap Persib. Menurutnya, ada momen yang tepat untuk mempelajari calon lawan secara menyeluruh.
“Mereka masih punya satu pertandingan liga dan satu pertandingan AFC Champions League. Minggu ini kami akan mulai mempelajari Persib,” ujar Souza, Sabtu (3/1/2026).
Meski analisis detail belum dilakukan, Souza mengakui bahwa dirinya tidak asing dengan kekuatan Maung Bandung. Ia menilai Persib sebagai tim yang dibangun dengan perencanaan matang.
Persib disebut melakukan langkah besar dalam membentuk skuad musim ini. Kehadiran pemain-pemain berkualitas menjadi bukti keseriusan mereka dalam persaingan.
“Kami sudah tahu kualitas Persib dan investasi besar yang mereka lakukan. Mereka punya beberapa pemain timnas seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Beckham Putera, dan Marc Klok,” kata pelatih asal Brasil itu.
Di sisi lain, Souza menegaskan bahwa Persija tidak akan mengubah karakter permainan hanya karena kekuatan lawan. Ia ingin timnya tetap tampil dengan ciri khas sendiri.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar Persija tidak terjebak dalam permainan reaktif. Souza ingin anak asuhnya tetap tampil berani dan percaya diri.
Rasa hormat terhadap lawan tetap menjadi prinsip yang dijaga oleh Persija. Namun, hal tersebut tidak mengurangi tekad untuk membawa pulang hasil maksimal.
Load more