Brasil dan Ancelotti Sama-sama Membutuhkan
- REUTERS/Juan Medina
Brasil tak mau periode 1970-1994 ketika mereka melewati paceklik gelar juara dunia selama 24 tahun. Mereka terakhir kali menjuarai Piala Dunia pada 2002. Jika tahun depan gagal, maka Brazil bakal mengalami paceklik gelar juara Piala Dunia lebih lama dari periode 1970-1994.
Brasil pastinya tak mau menunggu selama itu. Oleh karena itu, kali ini mereka akan habis-habisan mendapatkan Ancelotti, paling tidak sebelum jeda internasional Juni nanti, ketika LaLiga menuntaskan kompetisi musim ini.
Namun, sekalipun Madrid gagal menjuarai liga dan Copa del Rey, klub ini memiliki ambisi lain yang tak kalah seksi, yakni menjuarai Piala Dunia Klub 2025 yang untuk pertama kali diikuti oleh 32 tim dari enam konfederasi sepak bola.
Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat itu akan berlangsung selama satu bulan, dari 15 Juni sampai 13 Juli. Itu bisa berbarengan dengan jadwal pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026.
Bahkan fakta-fakta itu tak bisa membunuh angan Brazil bisa dilatih Ancelotti, apalagi mereka tahu Real Madrid intensif mendekati Xabi Alonso yang tengah melatih Bayer Leverkusen, agar bersiap jika mereka terpaksa memecat Ancelotti.
Untuk itu, dalam beberapa pekan ke depan ketika LaLiga memasuki fase terakhirnya, akan menjadi momen yang makin menarik karena kisah Ancelotti-Brazil.
Epilog dari cerita itu bakal menciptakan dua kemungkinan saja, yakni Brazil yang akan "happy ending", atau Brazil yang justru menjadi "pungguk merindukan bulan".
Yang pasti, kedua skenario itu ditentukan oleh bagaimana Madrid mengakhiri musim ini, dan itu diawali dari laga final Copa del Rey melawan Barcelona, Minggu dini hari pekan ini. (ant/fan)
Load more