News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Empat Perempuan, Tentang Raga dan Erotika

Pembacaan tema tema Erotika Feminin dari penulis perempuan Prancis oleh aktor perempuan perlu diapresiasi. Apalagi tema tema eksplorasi hasrat ketubuhan, ketelanjangan, seksualitas cukup "sensitif' di Indonesia. 
Kamis, 10 Agustus 2023 - 10:51 WIB
Asmara Abigail saat membaca karya Anais Nin di Festival LIFEs
Sumber :
  • Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya

Sade membabat norma norma puritanisme, agama dan hukum yang masih dipegang kukuh di Prancis pada  abad ke-18. Dari Marquis de Sade kita mengenal kata sadis. Pada era kiwari, eksplorasi lebih tajam---ditemukan lewat eksperimentasi petualangan akan tubuh--dilakukan penulis Paul-Michel Foucault. 

Empat penampil setelah membaca teks Erotika Feminim dari penulis Anais Nin, Anne Cecile Desclos, Marguerite Duras dan pemenang nobel Annie Ernaux.  (Foto: Komunitas Salihara)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang menarik, pembacaan akan tubuh dan erotikanya disusun, dibangun, dibentuk seluruhnya oleh penulis perempuan berdasarkan konsep erotika feminin yang dirumuskan tokoh feminis Helene Cixous.

Pendiri Pusat Studi Perempuan di Universitas Paris VIII ini memang tokoh penting dari Pemberontakan Mahasiswa Mei 1968 yang mengguncang Paris. Konsep erotika feminin kini jadi klasik, digunakan untuk menelaah karya karya bertema erotika dari berbagai disiplin, dari sastra, musik, tari hingga filsafat. 

Yang cukup mengganggu agaknya layar dengan visual yang tak bicara apa-apa di belakang panggung. Jika cahaya cukup lampu spot yang menyala pada aktor yang membaca kisah di panggung, bentuk akan lebih imajis. Atau, misalnya secara minimalis meletakan properti ranjang di panggung untuk dieksplorasi pemain akan melampaui dari  sekedar pembacaan karya sastra. 

Selain itu, jika salah satu penampil membacakan tema erotika feminin dari khazanah sastra Indonesia cukup menarik. Karya karya NH Dini, Ayu Utami atau Djenar Maesa Ayu cukup bisa jadi "pembanding" dan dialog bagaimana tema  tema senada diolah oleh penulis tanah air. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apapun, pembacaan tema tema erotika feminin dalam karya sastra oleh empat aktor itu perlu diapresiasi.  Apalagi tema tema eksplorasi hasrat ketubuhan, ketelanjangan, seksualitas cukup "sensitif' di Indonesia. 

Pada 2005 Instalasi Pink Swing Park karya Agus Suwage dan Davy Linggar  yang dipamerkan dalam CP Biennale II di Museum Bank Mandiri, Jakarta pernah berurusan dengan hukum. Seniman bersama para model karya, Anjasmara dan Isabel Yahya terkena delik pasal asusila karena karya mengeksplorasi ketelanjangan (kemurnian) tubuh laki laki dan perempuan di sebuah taman bernuansa pink. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT