Disebut Lukai Harkat dan Martabat Ferdy Sambo di Magelang, Kuasa Hukum Brigadir J Beberkan Fakta Sebenarnya
- kolase TvOnenews.com
Atas hal itu, Ferdy Sambo memanggil tersangka RR dan RE untuk merencanakan pembunuhan kepada Brigadir J.
"Fs memanggil tersangka RR dan tersangka RE untuk melakukan pembunuhan untuk merencanakan pembunuhan terhadap almarhum Joshua," lanjutnya.
Ditanya lebih lanjut, Andi Rian dan Dedy Prasetyo enggan membeberkan hal lainnya.
"Kami hanya melaporkan apa yang ada di BAP," pungkas Dedy Prasetyo.
Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkap perkembangan tim khusus (timsus) dalam mengungkap kasus dugaan pembunuhan Brigadir J atau Yosua Hutabarat.
Menurutnya, timsus terbagi menjadi dua yang bergerak paralel guna melakukan penyidikan.
"Update hari ini, timsus memeriksa tersangka KM yang tengah berproses," ujar Irjen Dedi Prasetyo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022).
Irjen Dedi menjelaskan Inspektorat Khusus (Itsus) yang dipimpin Irwasum Polri memeriksa lanjutan kepada tersangka Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Menurutnya, timsus yang bergerak beriringan guna mempermudah proses penyidikan.
"Itsus kali ini melakukan lanjutan penyidikan kepada FS diMako Brimob," tegasnya.
Selain itu, Irjen Dedi menyebutkan penyidik timsus juga tengah memeriksa salah satu penyidik dari Polda Metro Jaya.
Menurutnya, penyidik tersebut diduga melakukan pelanggaran kode etik profesi.
"Ya, ada satu penyidik Polda Metro Jaya diperiksa penyidik timsus," imbuhnya.
Komnas HAM Pegang Bukti Hasil 5 DVR di Kediaman Ferdy Sambo
Komnas HAM RI, Choirul Anam mengungkap telah memegang hasil 5 DVR (Digital Video Recorder) terkait kasus pembunuhan Brigadir J di kediaman Ferdy Sambo.
Choirul Anam mengatakan Komnas HAM telah menggali terkait cara pemeriksaan kepolisian kepada 5 DVR yang kini sudah dipegang.
Ia mengatakan telah meminta 5 DVR tersebut sejak lama kepada tim digital forensik kepolisian. Namun pihaknya baru bisa diikuti di agenda permintaan keterangan kepada tim laboratorium forensik di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat Rabu (10/8/2022).
Chairul Anam menyebut telah diberitahui mengenai kondisi dari kelima DVR tersebut.
"Apapun kondisinya kami tadi dikasih tahu," ujarnya.
Meskipun telah memeriksa metode kepolisian terkait kelima DVR itu, Komnas HAM masih enggan membeberkan lebih dalam terkait lokasi pengambilan DVR.
Load more