Istana Tegaskan Prabowo Tidak Bertemu dengan Oposisi
- BPMI Istana Negara
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah bahwa Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan tokoh oposisi beberapa waktu lalu. Dia menyebut, Prabowo bertemu para tokoh nasional.
"Bukan, bukan tokoh oposisi," ucap Prasetyo kepada wartawan di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Beberapa tokoh nasional itu antara lain, mantan Kabareskrim Susno Duadji, peneliti senior BRIN Prof Siti Zuhro, hingga eks Ketua KPK Abraham Samad.
"Tokoh-tokoh kepemiluan, ada Prof Siti Zuhro, kemudian juga tokoh pemberantasan korupsi, mantan Ketua KPK Bapak Abraham Samad, kemudian juga tokoh kepolisian, mantan Kabareskrim Bapak Susno," tuturnya.
Prasetyo menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan cara Prabowo berkomunikasi dan mendengarkan masukan untuk program-program pemerintah.
Dalam pertemuan itu, Prabowo juga menyampaikan penjelasan terkait program pemerintah yang sedang dijalankan.
Prabowo, kata dia, berkomitmen menjalankan program-program pemerintah yang berorientasi terhadap kepentingan masyarakat.
"Dalam rangka berdiskusi, menerima masukan sekaligus memberikan penjelasan juga terhadap program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan oleh Bapak Presiden yang semua berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara, kepada kepentingan masyarakat," jelas dia.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan Presiden Prabowo Subianto sempat bertemu dengan tokoh-tokoh yang dinilai sebagai oposisi pemerintah untuk membahas kondisi bangsa, Jumat 30 Januari 2026.
"Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi," kata dia, saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia yang mengikuti retreat di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Ia mengatakan, pertemuan itu membahas tentang bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh seluruh pihak.
Sejauh ini, kata dia, banyak pihak yang kerap membuat kondisi negara tidak diuntungkan dari segi pemanfaatan sumber daya alam hingga perputaran keuangan.
Ia melanjutkan, pihak-pihak itu mulai dari swasta yang tidak mau mengikuti regulasi usaha demi keuntungan pribadi hingga dugaan anggaran negara yang bocor.
"Bahkan saya menerima (laporan) kurang lebih Rp 5.777 triliun (dari) bank Himbara yang menyalurkan kepada korporasi. Padahal kita punya APBN 300 sekian triliun rupiah. Kemana kebocoran (anggaran) itu?," kata dia, kepada para peserta retreat.
Ia sendiri tidak menutup mata bahwa ada kemungkinan oknum pemerintah yang mungkin jadi penyebab terjadinya kerugian negara itu.
Karena itu, dia mengatakan, Prabowo dalam pertemuannya dengan para tokoh oposisi itu ingin mengajak bersama sama membenahi negara.
"Oleh karena itulah saya ingin menyampaikan bahwa kita harus realistis melihat situasi. Kita jangan tutup tutupi keadaan yang bisa membuat negara kita itu kesulitan," jelas dia.
Yeni Lestari
Load more