News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Detik-detik Terapis Delta Spa Ditemukan Tewas di Pejaten, Polisi Beberkan Temuan TKP

Misteri kematian seorang perempuan berinisial RTA yang berprofesi sebagai terapis Delta Spa Pejaten belum juga terungkap.
Senin, 6 Oktober 2025 - 00:05 WIB
Polisi Beberkan Kondisi Awal Terapis Cantik Ditemukan Tewas di Pejaten: di Sekitar Tubuh Korban Ada Kain
Sumber :
  • istimewa - istock photo

Jakarta, tvOnenews.com - Misteri kematian seorang perempuan berinisial RTA yang berprofesi sebagai terapis Delta Spa Pejaten belum juga terungkap.

Polisi masih terus menyelidiki sebab musabab kematian remaja perempuan (di bawah umur) yang ditemukan tewas pada Kamis (2/10/2025) dini hari itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun, korban ditemukan tewas tergeletak di lahan kosong milik Perusahaan Mebel, yang berada tepat di sebelah Gedung TIKI Pejaten.

Lahan kosong tersebut dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi di empat sisinya.

Misteri Kematian Terapis Delta di Pejaten, Diduga Terpeleset Saat Kabur
Misteri Kematian Terapis Delta di Pejaten, Diduga Terpeleset Saat Kabur
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews.com

 

Tepatnya, berada di belakang gedung TIKI, dihimpit kanan kirinya oleh Gedung Delta Bali Spa dan sebuah PT Mebel.

Hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah korban tewas akibat jatuh secara tidak sengaja atau sengaja melompat dari ketinggian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif dan telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan-rekan korban yang bekerja sebagai terapis di lokasi tersebut.

“Masih proses penyelidikan. Rekan-rekan terapis juga sudah kita periksa semuanya, masih kita dalami,” ujar Ardian, Minggu (5/10/2025).

Temuan Fakta di TKP

Misteri Kematian Terapis Delta di Pejaten
Misteri Kematian Terapis Delta di Pejaten
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews.com

 

Menurut Ardian, polisi menduga kuat korban jatuh dari lantai atas gedung Delta Spa.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan jejak telapak kaki korban di dinding bangunan sebelah, mengindikasikan korban sempat berjalan ke area luar gedung sebelum akhirnya terjatuh.

“Kita masih duga antara dia loncat atau jatuh. Dari hasil sementara, dia sempat naik ke atas, ke dinding sebelah. Ada telapak kaki dia di gedung sebelah,” ungkap Ardian.

Dugaan sementara, korban jatuh dari beton panjang di bagian samping gedung, yang berbatasan langsung dengan bangunan lain di kawasan tersebut.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.30 hingga 03.00 WIB.

Dalam video olah TKP yang dibagikan oleh Ardian, memperlihatkan atap mika sebuah balkon pecah akibat diinjak.

Saat olah TKP, polisi dapat mendeteksi jejak-jejak pijakan kaki korban. Namun, belum diketahui pasti apakah korban secara sengaja melompat atau terjatuh.

“Informasi yang kita terima kejadian sekitar jam 3 pagi, terdengar suara sekitar pukul 02.34. Sekarang jenazah masih diautopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” tambah Ardian.

Hingga kini, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Masih kita dalami semuanya, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana,” tegas Ardian.

Diduga Terpeleset Saat Kabur, Bukan Bunuh Diri

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di sekitar, diduga korban bukan korban pembunuhan ataupun sengaja mengakhiri hidupnya.

Namun, korban disebut terjatuh ketika mencoba melarikan diri atau kabur dari gedung tempat korban bekerja.

Diduga, korban yang merupakan terapis di Delta Spa ingin kabur dengan meloncat dari gedung Delta Spa. Belum diketahui, korban loncat dari ketinggiam berapa meter atau dari lantai berapa.

Salah seorang sekuriti di gedung sekitar tempat kejadian perkara (TKP), M (28) menuturkan bahwa sulit untuk mengakses ke tempat korban terjatuh.

Sebab memang tidak ada jalan, selain balkon pinggir gedung (tempat AC outdoor). Terlebih lahan tersebut sudah lama kosong dan tidak digunakan.

"Diduga korban mindik-mindik di situ. Mau kabur. Kalau kabur dari jendela kayaknya enggak. Soalnya jendela kamar sudah di teralis. Jadi paling dari pinggir-pinggir kaya gitu. Terus juga kelihatan jejaknya, atap mika itu pecah," ungkap M.

Oleh sebabnya, ketika saksi U yang pertama kali mendengar teriakan 'tolong tolong' dari korban, saksi sempat bingung suara darimana, dan harus bagaimana untuk mengakses ke arah suara teriakan tersebut.

"Iya ditembok tinggi, ini dihimpit gedung-gedung tinggi posisinya. Pas mau samperin suara ini bingung lewat mana," ujarnya.

Teranyar, polisi memastikan korban berinisial RTA dan masih berusia di bawah umur.

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKP Igo Fazar Akbar membenarkan pihaknya menerima laporan pada Kamis dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

“Korban adalah seorang perempuan dengan inisial RTA. Saat ini statusnya masih di bawah umur. Dari hasil olah TKP terdapat luka di dagu, lecet di tangan kiri, serta luka di bagian perut,” jelas Igo.

Sementara, seorang satpam Gedung Tiki yang sedang piket malam, mengaku mendengar teriakan minta tolong sebelum korban ditemukan.

“Waktu jam empat pagi saya dengar suara cewek teriak ‘tolong’. Enggak lama kemudian ditemukan sudah tak bernyawa. Ternyata korban,” tutur U.

Kesaksian itu memperkuat dugaan korban terpeleset saat kabur, bukan melakukan aksi bunuh diri.

Hingga kini, Satreskrim Polres Metro Jaksel telah memeriksa 5–7 orang saksi, termasuk yang pertama kali menemukan jasad korban.

Hasil identifikasi memastikan korban bukan warga Pejaten. Jasadnya kini berada di RS Polri Kramat Jati untuk autopsi, guna memastikan penyebab pasti kematian.

Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya unsur pidana, sembari menunggu hasil forensik lengkap.

Sebelumnya, Warga Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad perempuan di lahan kosong belakang Gedung TIKI, pada Kamis (2/10/2025) pagi.

Perempuan tanpa identitas itu ditemukan tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 05.00 WIB.

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

"Benar, ada laporan dari warga soal seorang perempuan meninggal dunia di belakang Gedung TIKI Pejaten. Saat ini penyelidikan masih berlangsung," ucapnya.

Berdasarkan keterangan sementara dari saksi, sebelum ditemukan tewas, sejumlah warga mendengar suara teriakan dan rintihan perempuan dari arah belakang gedung.

Setelah dicek, korban terlihat sudah dalam kondisi tergeletak tidak bergerak.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian, menegaskan korban diduga seorang perempuan muda yang bekerja sebagai terapis.

"Betul, korban seorang terapis. Untuk penyebab kematian, masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit. Jenazah sudah dirujuk ke RS Kramat Jati," kata Ardian.

Polisi menyebut pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan mencolok, hanya terdapat luka lecet di lengan kiri, perut kiri, dan dagu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sekitar jasad, petugas juga menemukan sejumlah barang, termasuk kain selendang serta dompet berisi dua ponsel yang diduga milik korban. (rpi/muu)

tvonenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral