Pukul Mundur Massa Aksi, Polisi Tidak Izinkan Wartawan Masuk ke Gedung DPR
- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mulai memukul mundur massa aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 yang digelar di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (1/5).
Awalnya, sekitar pukul 17.00 WIB, beberapa peserta aksi mulai menyalakan flare dan petasan ke arah Gedung DPR.
Polisi yang berjaga di dalam Gedung DPR mulai berjaga. Mereka terlihat sudah memakai rompi, helm, masker gas, dan membawa tameng. Tak lama kemudian, polisi mulai memukul mundur massa dengan menyemprotkan meriam air atau water canon.
Melihat hal itu, empat jurnalis perempuan ikut mundur dan memilih mengamankan diri ke dalam Gedung DPR. Mereka bermaksud untuk melanjutkan liputan jalannya aksi May Day dari dalam pagar Gedung DPR.
![]()
Polisi pukul mundur massa aksi demo buruh di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/5). (Foto: tvOnenews.com/Taufik Hidayat)
Empat jurnalis itu kemudian meminta polisi yang berjaga di dalam untuk membukakan pintu. Mereka juga menunjukkan masing-masing kartu pers kepada polisi.
“Pak, izin buka pintu, kami dari media,” kata empat jurnalis itu sambil memperlihatkan kartu pers.
Namun, sejumlah polisi yang di dalam hanya diam dan menghiraukan empat jurnalis perempuan itu.
Para jurnalis kemudian masih berusaha meminta polisi membuka pintu untuk mereka. Namun, polisi itu tetap diam. Sampai akhirnya salah satu dari polisi itu mengatakan bahwa pintu tidak akan dibuka. Polisi itu meminta jurnalis ikut mundur ke arah Semanggi.
“Enggak bisa, kesana aja (menunjuk ke arah Semanggi), semua mundur!” kata polisi itu kepada empat jurnalis.
Para jurnalis akhirnya ikut mundur ke arah Semanggi bersama massa aksi. (saa/dpi)
Load more