Ketua Umum PSSI Erick Thohir: Siapa yang Ingin ke Piala Dunia?
- Kolase Tim tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Jelang laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengumpulkan seluruh ofisial Timnas Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir memberikan arahan dan motivasi serta menyamakan target Timnas Indonesia tembus Piala Dunia 2026.
"Bertemu dengan tim ofisial Timnas Indonesia untuk menyamakan target kita bisa membawa Garuda menembus Piala Dunia," kata Erick dikutip dari unggahan video dalam akun pribadinya di Instagram, Jumat (25/4).
"Saya mendengarkan masukan dan memastikan seluruh ofisial solid serta memiliki standar yang tinggi untuk mengawal Timnas Indonesia yang akan bertanding melawan Cina dan Jepang pada Kualifikasi Piala Dunia 2026," tulis erick Thohir.
Turut diketahui bahwa Timnas Indonesia akan menjalani dua laga penting melawan China pada 5 Juni 2025 dan Jepang pada 10 Juni.
Saat ini Timnas Indonesia menempati peringkat keempat klasemen sementara Grup C dengan raihan sembilan poin hasil dua kali menang, tiga seri, dan tiga kalah.
Indonesia berda di bawah Jepang yang sudah dipastikan lolos ke Piala Dunia, Australia, dan Arab Saudi. Dua laga melawan China dan Jepang terbilang sangat penting demi menjaga asa skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.
![]()
Timnas Indonesia. (Foto: tvOnenews.com/Taufik Hidayat)
Sementara itu, dalam pertemuan itu juga Erick Thohir menyampaikan bahwa pentingnya peningkatan standar Timnas Indonesia.
"Siapa yang ingin ke Piala Dunia? Oh semua ya. Tapi saya juga ingin kita introspeksi diri. Standardisasi dalam pengelolaan tim itu tergantung dari posisi timnya," ujar Erick.
Erick pun menyinggung bahwa dua tahun yang lalu standar Timnas Indonesia belum sampai pada tahap saat ini, termasuk belum bermimpi lolos ke Piala Dunia. Saat itu Timnas Indonesia, lanjut Erick, baru menjuarai SEA Games.
"Dua tahun yang lalu standar kita enggak di sini. Mimpi kita belum sampai sini juga. Artinya apa? Karena kita punya mimpi besar dan standar kita berbeda," ujarnya.
"Kita mau set back atau kita mau moving forward. Kalau kita sebagai manusia tidak beradaptasi dengan perubahan. Itu kegagalan. Kita harus introspeksi, kita mau moving forward," tambahnya. (dpi)
Load more