News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menteri PPPA Beberkan Tiga Program Prioritas Utama dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi memaparkan tiga program prioritas utama di kementeriannya. Ini lengkapnya.
Minggu, 8 Desember 2024 - 15:46 WIB
Menteri PPPA RI, Arifatul Choiri Fauzi.
Sumber :
  • tvonenews/Rika Pangesti

Jakarta, tvonenews.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifatul Choiri Fauzi memaparkan tiga program prioritas utama di kementeriannya.

Menteri Arifah menjelaskan tiga program prioritas utamanya adalah Ruang Bersama Merah Putih, peningkatan fungsi call center SAPA 129, dan kesatuan data gender dan anak berbasis desa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini disampaikan Arifah saat Jalan Santai dan Kampanye Bersama Dare to Speak Up dalam rangka Peringatan 16 HAKtP Tahun 2024 di Taman Budaya Dukuh Atas, Jakarta Pusat, saat hari bebas kendaraan (car free day) Minggu (7/12/2024).

"Kementerian Pemberdayaan dan Perlindangan Anak telah menetapkan tiga program prioritas utama. Yang pertama adalah Ruang Bersama Merah Putih, yang kedua adalah lebih memfungsikan call center SAPA 129, dan yang ketiga adalah satu data tentang perempuan dan anak yang berbasis desa," ucap Menteri Arifah.

Pertama, Arifah menjelaskan, Ruang Bersama Merah Putih adalah sebuah ruang untuk meningkatkan kualitas perempuan dan anak di Indonesia dari berbagai sektor seperti pendidikan, kebiasaan bermain, tingkat gizi dan lain sebagainya.

Ruang itu menjadi wadah anak-anak berkumpul dan bermain dengan berbagai fasilitas pendidikan dan permainan yang edukatif.

Arifah menyebut bahwa program Ruang Bersama Merah Putih ini juga merupakan program lanjutan yang dicetuskan oleh Menteri PPPA sebelumnya, I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang bernama Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

"Sesuai dari arahan Bapak Menko, Bapak Pratik, bahwa program yang akan kami lakukan adalah tidak berangkat dari nol, tetapi melanjutkan program yang sudah dilakukan oleh Ibu Bintang. Maka program desa kelurahan yang ramah anak dan perempuan kami lanjutkan dengan nama Ruang Bersama Merah Putih," tutur Arifah.

"Kini kami berupaya meningkatkan kualitas perempuan dan anak hingga ke akar rumput secara holistik di berbagai bidang pembangunan melalui Ruang Bersama Merah Putih," lanjutnya.

Nantinya, ruang bersama merah putih ini tidak hanya dikelola oleh KemenPPPA saja. Namun juga didukung oleh beberapa lembaga Kementerian terkait seperti Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kebudayaan. 

"Kenapa namanya Ruang Bersama Merah Putih? Karena Ruang Bersama Merah Putih ini adalah kolaborasi dari seluruh kementerian dan pimpinan lembaga pemerintah dan juga partisipasi masyarakat untuk menguatkan masyarakat kita di tingkat desa," jelasnya.

Arifah menerangkan, spirit Ruang Bersama Merah Putih ini diambil dari hasil kegiatan retret para menteri Kabinet Merah Putih saat di Akademi Militer, Magelang Jawa Tengah pada Oktober 2024 lalu.

Dalam kesempatan itu, Arifah mengatakan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menekankan perihal sinergitas kerja sama antar lembaga Pemerintahan.

"Bapak Presiden menyadari bahwa seluruh menteri dan pimpinan lembaga negara berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada politisi, ada pengusaha, ada aktivis. Maka di pertemuan di retret selama 3 hari, 3 malam 4 hari ini, Bapak Presiden ingin membangun kemistri antara menteri-menteri dan pimpinan lembaga negara," terang Arifah.

"Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa tidak ada satupun menteri yang bisa bekerja sendiri. Seluruh kementerian harusnya, baiknya adalah saling berkolaborasi dan bersinergi untuk menuju Indonesia Emas 2045," sambungnya.

Kemudian prioritas kedua, Arifah menjelaskan, perluasan pemanfaatan call center SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) 129 nantinya tidak hanya dapat melayani kasus kekerasan, melainkan menangani permasalahan perempuan dan anak lainnya.

Prioritas ketiga yakni percepatan pengembangan Satu Data Gender dan Anak. Arifah menjelaskan, nantinya kesatuan data ini dapat dimanfaatkan pemerintah dalam menyusun kebijakan dan program yang tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai contoh, dapat digunakan dalam melaksanakan program intervensi sosial dan ekonomi yang fokus pada kelompok yang paling membutuhkan.

“Pada kesempatan ini, saya meminta dukungan seluruh Kementerian/Lembaga yang ada di bawah koordinasi Kemenko PMK, untuk memberikan perlindungan pada perempuan dan anak melalui program-program yang akan dijalankan, serta mendukung peningkatan kualitas hidup," tandasnya. (rpi/iwh)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT