News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Serangan Drone AS di Afghanistan, Pentagon Tawarkan Uang Duka

Pentagon telah menawarkan sejumlah uang duka kepada keluarga dari 10 warga sipil yang tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) di Kabul, Afghanistan.
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 17:08 WIB
Arsip - Penampakan mobil yang hancur oleh serangan drone AS di Kabul, Afghanistan
Sumber :
  • (ANTARA/Reuters/as)

Washington, AS - Pentagon telah menawarkan sejumlah uang duka kepada keluarga dari 10 warga sipil yang tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) di Kabul, Afghanistan.

Serangan itu terjadi pada 29 Agustus, dua hari sebelum tenggat penarikan pasukan AS dari negara itu.

Departemen Pertahanan AS itu mengatakan telah membuat komitmen yang mencakup "pembayaran uang duka sukarela" dan bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri untuk menawarkan relokasi ke AS kepada keluarga korban.

Colin Kahl, Wakil Menteri Pertahanan AS Bidang Kebijakan, menggelar rapat virtual pada Kamis dengan Steven Kwon, pendiri dan presiden Nutrition & Education International, lembaga bantuan yang mempekerjakan Zemari Ahmadi, yang tewas dalam serangan drone itu, kata Sekretaris Pers Pentagon John Kirby, Jumat malam.

Ahmadi dan warga sipil lain yang tewas dalam serangan itu adalah korban tidak bersalah dan tidak terkait dengan ISIS-K atau ancaman terhadap pasukan AS, kata Kirby.

Dari 10 korban tewas, tujuh di antaranya adalah anak-anak.

Pentagon sebelumnya mengatakan serangan pada 29 Agustus itu menyasar seorang pengebom bunuh diri ISIS yang berpotensi menimbulkan ancaman bagi pasukan AS di bandara saat mereka menyelesaikan tahap akhir penarikan dari Afghanistan.

Namun, sejumlah laporan segera bermunculan dan mengatakan bahwa serangan drone AS di sebuah kawasan permukiman di bagian barat Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul telah membunuh warga sipil termasuk anak-anak.

Video dari tempat kejadian menunjukkan pecahan-pecahan dari sebuah mobil yang berserakan di halaman sebuah gedung.

Pentagon kemudian mengatakan serangan itu adalah sebuah "kesalahan tragis".

Serangan itu terjadi tiga hari setelah pengebom bunuh diri ISIS membunuh 13 tentara AS dan puluhan warga sipil Afghanistan yang berkerumun di luar gerbang bandara untuk memperebutkan kursi dalam penerbangan evakuasi, menyusul kejatuhan ibu kota Kabul ke tangan Taliban.

Pembunuhan warga sipil itu juga memunculkan pertanyaan tentang masa depan serangan kontra terorisme AS di Afghanistan. (Reuters/ant/mii)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT