Baru-baru ini global dikejutkan dengan kabar Presiden AS, Trump ciduk Presiden Venezuela Maduro, pada Sabtu (3/1). Bahkan peristiwa itu menuai pertanyaan publik
Amerika Serikat (AS) kembali melanjutkan penerbangan pesawat nirawak (drone) pengintai di Jalur Gaza setelah sempat ditangguhkan selama gencatan senjata yang dilakukan Israel dan Hamas, menurut konfirmasi Pentagon pada Kamis.
Pentagon telah menawarkan sejumlah uang duka kepada keluarga dari 10 warga sipil yang tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) di Kabul, Afghanistan.
Seorang warga yang kehilangan putri kecilnya yang berusia 3 tahun akibat serangan pesawat nirawak militer Amerika Serikat pada 29 Agustus lalu, mengatakan permintaan maaf dari pihak Amerika Serikat tidak akan cukup, mengganti kehilangan putrinya.