News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Strategi Efektif Mengolah Sampah Organik, Ubah Sampah Dapur Jadi Sumber Bernilai

Dengan beberapa kebiasaan sederhana dan alat yang tepat, sampah organik rumah tangga bisa berubah menjadi siklus yang menyehatkan lingkungan sekaligus mengurangi bau dan lalat.
Selasa, 2 Desember 2025 - 10:05 WIB
Ilustrasi sampah.
Sumber :
  • DLH

Jakarta, tvOnenews.com - Sampah organik sebenarnya bukan 'masalah' yang harus ditakuti, melainkan sumber daya yang jika dikelola dengan baik bisa menjadi bahan baku bernilai. Mulai dari kompos yang menyuburkan tanah hingga biogas sebagai bahan bakar, seringkali kita langsung membuangnya karena kebiasaan dan kurangnya pengetahuan. Padahal dengan beberapa kebiasaan sederhana dan alat yang tepat, sampah organik rumah tangga bisa berubah menjadi siklus yang menyehatkan lingkungan sekaligus mengurangi bau dan lalat, bukan menambah beban.

Bayangkan jika setiap dapur bisa mengubah sisa sayur, buah, kulit kopi, dan ranting kecil menjadi tanah hitam yang subur. Tanaman jadi lebih sehat, kebutuhan pupuk berkurang, dan volume sampah yang berakhir di TPA menyusut drastis. Ada banyak metode yang bisa disesuaikan dengan ruang, waktu, dan kemampuan, mulai dari kompos tradisional, komposter drum, dan biopori hingga pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) yang efisien mengurai sampah organik dalam waktu relatif singkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengapa Pengelolaan Sampah Organik Itu Penting?
Menurut dlhindonesia.id, ketika sampah organik tercampur dengan sampah anorganik lalu dibuang ke tempat pembuangan akhir tanpa pengolahan, dekomposisinya menghasilkan metana, gas rumah kaca yang jauh lebih kuat daripada CO2.

Tumpukan organik yang basah juga mempercepat munculnya bau, menarik serangga, dan berisiko mencemari air tanah jika tidak dikelola dengan baik. Sampah organik sebetulnya bisa dikonversi menjadi kompos, biogas, atau pakan untuk proses lanjutan seperti unit BSF sehingga tekanan pada TPA berkurang dan timbul bahan bernilai.

Strategi Pengelolaan Sampah Organik yang Efektif

1. Komposting Tradisional dan Komposter Rumah
Untuk menghasilkan kompos secara aerob, sampah organik perlu diolah memakai komposter. Di rumah ada berbagai model, misalnya drum, karung, pot atau gerabah, serta komposter sederhana yang bisa dibuat sendiri. Kunci keberhasilan adalah menjaga keseimbangan antara bahan "hijau" yang basah dan kaya nitrogen seperti sisa sayur atau daun muda, dengan bahan "cokelat" yang kering dan kaya karbon seperti daun kering atau serbuk kayu, serta memastikan aerasi dan pengadukan rutin agar pembusukan cepat dan tidak berbau.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT