Duduk Perkara Kakak Tewas Dihantam Palu oleh Adik Kandung
Jakarta, tvOnenews.com – Seorang remaja berusia 15 tahun tega menganiaya kakak kandungnya hingga tewas di rumah mereka di Jalan Puskesmas Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa sore.
Korban, Muhammad Amar Robani (22), meninggal dunia setelah mengalami luka parah di bagian kepala akibat dipukul menggunakan benda tumpul.Â
Usai kejadian, pelaku yang diketahui berinisial MA langsung diamankan warga sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian.
Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Gading Pluit, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani proses autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kasat PPA Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Niluh Sri, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku mengaku menyimpan rasa kecewa dan cemburu terhadap korban selama berbulan-bulan.
Pelaku disebut memiliki kepribadian tertutup dan cenderung memendam emosi. Pada hari kejadian, saat melihat korban dalam posisi merunduk di luar rumah, pelaku tiba-tiba mengambil palu dan memukul kepala korban berkali-kali hingga terjatuh.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga aksi tersebut dilakukan secara spontan akibat emosi yang memuncak, bukan direncanakan jauh hari.
Meski demikian, penyidik masih mendalami kemungkinan faktor lain yang memicu kejadian tersebut, termasuk dinamika hubungan keluarga.
Karena pelaku masih berusia di bawah umur, proses hukum dilakukan sesuai dengan sistem peradilan anak.
Polisi juga akan melakukan pemeriksaan psikologis di Rumah Sakit Polri untuk mengetahui kondisi mental pelaku saat melakukan tindakan tersebut.
Polisi juga tengah menelusuri informasi mengenai dugaan konflik keluarga sebelumnya, termasuk peristiwa tiga bulan lalu saat pelaku disebut sempat mencoba melakukan kekerasan terhadap ayahnya.
Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar. Para tetangga dan kerabat berdatangan ke rumah duka untuk memberikan belasungkawa kepada keluarga.
Hingga kini, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi. Polisi memastikan proses penyidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan.